Kini, Paling Lama Dua Jam PN Salatiga Proses Surat Izin Penyitaan Kasus Pidana

Polres Salatiga bersama Pengadilan Negeri (PN) Kelas IB Salatiga melakukan penandatangan kerja sama, Rabu (24/4/2019).

Kini, Paling Lama Dua Jam PN Salatiga Proses Surat Izin Penyitaan Kasus Pidana
TRIBUN JATENG/M NAFIUL HARIS
Kapolres Salatiga AKBP Gatot Hendro Hartono disaksikan Ketua Pengadilan Negeri Kelas IB Salatiga Widarti menandatangi kerja sama percepatan izin penyitaan dan penggeledahan di Kantor PN Salatiga, Rabu (24/4/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Untuk percepatan layanan hukum terutama pengajuan izin penyitaan serta penggeledahan terhadap suatu kasus pidana, Polres Salatiga bersama Pengadilan Negeri (PN) Kelas IB Salatiga melakukan penandatangan kerja sama, Rabu (24/4/2019).

Ketua PN Salatiga Widarti mengatakan, pada era kemajuan teknologi digital dibutuhkan layanan serba cepat.

Tidak hanya pengajuan sengketa, termasuk di dalamnya mitra penegakan hukum seperti kepolisian.

“Karenanya kami bersepakat mempercepat proses penindakan penyitaan semaksimal mungkin dengan memanfaatkan teknologi. Sehingga tidak hanya cepat, tetapi juga efisien," teranynya.

Menurutnya, sebelumnya memproses surat dari kepolisian paling lama tiga hari.

"Setelah ini, cukup 1-2 jam melalui email,” terangnya kepada Tribunjateng.com, seusai penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) di Kantor PN Kelas IB Salatiga, Rabu (24/4/2019).

Menurut Widarti, sebelum MoU juga telah dipersiapkan terlebih dahulu sumberdaya manusia (SDM) khusus mengurusi proses perizinan secara digital.

Ia menuturkan, selama ini dalam sebulan menerima surat permohonan, baik penyitaan barang maupun penggeledahan setiap bulan berkisar 20 berkas.

“Karena kalau surat fisik ini tidak bisa cepat lantaran harus didokumentasi dahulu. Nah, sekarang cukup lewat email otomatis ada berkas elektroniknya sehingga harapannya dapat lebih cepat. Tetapi saat pengambilan tetap harus menyertakan surat fisiknya,” katanya.

Kapolres Salatiga AKBP Gatot Hendro Hartono menerangkan, kerja sama Polri dan pengadilan khususnya dalam hal percepatan surat izin penyitaan atau penggeledahan merupakan yang pertama di Jawa Tengah.

Dikatakan AKBP Gatot, dahulu jajarannya harus menunggu sampai 3 hari, sekarang maksimal sehari.

Dia menambahkan kerja sama yang ada juga bagian dari tindak lanjut perwujudan zona integritas antar penyelenggara negara.

“Dimana titik poin utamanya adalah layanan publik yang semakin baik, transparan, cepat, dan efisien. Jadi kami juga sudah ada operator tersendiri setiap satuan khusus yang siap sedia mengirimkan setiap permohonan, sebaliknya pula pada PN Salatiga,” jelasnya. (M Nafiul Haris)

Penulis: M Nafiul Haris
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved