Masih Memandang Remeh Mata Difabel? Lihat Persembahan Mereka di Ulang Tahun YPAC Akhir Pekan Ini

Yayasan Pembinan Anak Cacat (YPAC) Semarang akan merayakan hari jadinya yang ke 65 pada 30 April 2019 mendatang.

Masih Memandang Remeh Mata Difabel? Lihat Persembahan Mereka di Ulang Tahun YPAC Akhir Pekan Ini
TRIBUN JATENG/RIVAL AL MANAF
Salah satu siswa YPAC yang berhasil meraih emas dalam kompetisi Global IT Challenge berjabat tangan dan mendapat ucapat selamat dari pengunjung YPAC. Dokumentasi/ Rival Almanaf 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Yayasan Pembinan Anak Cacat (YPAC) Semarang akan merayakan hari jadinya yang ke 65 pada 30 April 2019 mendatang.

Sebagai persembahan kepada masyarakat, ratusan anak difabel akan berpartisipasi dalam berbagai kegiatan pada akhir pekan ini.

Ketua Panitia HUT YPAC Semarang, Widorini Srijayanti menjelaskan pada hari Sabtu 27 April nanti mereka akan menggelar jalan ceria bersama penyandang disabilitas.

Dengan rute mulai Simpang Lima dan Pahlawan, kegiatan itu juga diramaikan dengan Bazar.

"Lalu pada hari Senin 29 April, di Gedung Wisma Bakti, YPAC anak anak penyandang disabilitas juga akan menggelar pentas seni.

Mereka tampil mulai dari menyanyi, menari, baca puisi, dan lain sebagainya," ucap Rini dalam keterangan tertulis kepada Tribun Jateng, Rabu (24/4/2019).

Ia berharap kepada pihak luar untuk ikut serta dalam rangkaian kegiatan ulang tahun YPAC Semarang.

Menurutnya, semakin banyak yang ikut serta akan semakin banyak orang yang tahu tentang YPAC dan anak difabel.

"Kami ingin pihak luar tahu, dan mengenal anak-anak karena sebenarnya mereka ini ingin dianggap sama, tidak dipandang sebelah mata.

Maka mereka juga akan menunjukan kemampuannya dalam pentas seni," tambah Rini.

Bahkan, menurutnya dalam bidang tertentu anak penyandang disabilitas bisa jauh lebih berprestasi dibanding orang normal.

Ia mencontohkan, salah satu murid YPAC yang berhasil meraih emas di olimpiade teknologi informasi tingkat Asia Pasifik akhir tahun 2018 lalu.

"Jadi yang ingin didapat mereka, anak penyandang ketunaan sebenarnya hanyalah perhatian.

Mereka ingin dianggap layaknya manusia normal lain, setelah itu didapat mereka akan menunjukan prestasinya," ucapnya.

Oleh karena itu ia berharap kepada masyarakat luar untuk ikut hadir, meramaikan dan menikmati persembahan dari anak-anak spesial tersebut.

Penulis: rival al-manaf
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved