Obat Anti Nyamuk Terus Menerus Percepat Risiko Kanker Paru-Paru, Begini Penjelasan Ahli

Obat anti nyamuk baik model semprot, bakar, dioleskan, ataupun menggunakan listrik tak menjamin keamanan bagi kesehatan manusia, apalagi pada anak.

Editor: deni setiawan
Creative Commons - JIP
Ilustrasi obat anti nyamuk. 

TRIBUNJATENG.COM - Berbicara tentang kanker kerapkali membuat rasa takut sebagian orang.

Sebab, penyakit kanker merupakan penyakit mematikan di dunia dan tidak seorangpun berharap untuk tidak mengalaminya.

Oleh karenanya, berlomba-lomba untuk hidup sehat, rutin berolahraga dan mengonsumsi makanan sehat.

Namun nyatanya, terkadang lupa bahwa ada kebiasaan-kebiasaan yang meningkatkan risiko kanker terhadap diri seseorang.

Hal yang mudah dijumpai bahkan pula mungkin Anda melakukannya.

Yakni penggunakan obat anti nyamuk di rumah.

Obat anti nyamuk baik model semprot, bakar, dioleskan, ataupun menggunakan listrik tak menjamin keamanan bagi kesehatan manusia, apalagi pada anak dan bayi.

Mengapa tidak aman?

Dilansir dari health.grid.id pada Rabu (24/4/2019), obat anti nyamuk terbuat dari bahan kimia sintetik.

Seperti senyawa kimia organofosfat dan karbamat, yang termasuk dalam golongan pestisida.

Kedua bahan kimia tersebut bisa menghambat kerja enzim acetylcholinesterase (AChE), yaitu enzim yang berkerja pada sistem sawar otak dan dapat memicu transfer sinyal (neurotransmitter) pada saraf manusia.

"Jika merasa pusing, mual, setelah mencium obat anti nyamuk, itu tandanya sudah keracunan,” papar Dr rer. nat. Budiawan.

Selain bahan kimia organofosfat (diklorvos/DDVP) dan karbamat (antara lain, propoxur), kebanyakan obat anti nyamuk yang beredar saat ini mengandung bahan kimia aktif golongan pyrethroid, seperti allethrin, bioallethrin, dan transflutrin.

"Tentu semua bahan insektisida pada prinsipnya sangat berbahaya. Apalagi jika digunakan secara tidak proporsional, dapat memicu terjadinya kerusakan sistem saraf,” jelas Budiawan.

Halaman
12
Sumber: Intisari
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved