Pemerintah Mulai Uji Coba Penyaluran Subsidi Elpiji Melon dengan Kartu

Terhitung mulai Senin (22/4), pemerintah melakukan uji coba subsidi penyaluran elpiji 3 Kg tahap pertama di tujuh lokasi.

Pemerintah Mulai Uji Coba Penyaluran Subsidi Elpiji Melon dengan Kartu
tribunjateng/dok
GM Pertamia MOR IV Jateng, Kusnendar inspeksi mendadak terkait tabung gas melon 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA -- Terhitung mulai Senin (22/4), pemerintah melakukan uji coba subsidi penyaluran elpiji 3 Kg tahap pertama di tujuh lokasi.

Uji coba itu menyasar 14.193 rumah tangga di Kota Bukittinggi, Kota Tomohon, Kota Jakarta Utara, Kota Kediri, Kabupaten Tangerang, Kabupaten Bogor, dan Kabupaten Gunungkidul.

Kepala Unit Komunikasi dan Pengelolaan Pengetahuan Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K), Ruddy Gobel mengatakan, uji coba itu akan berlangsung dua tahap. Uji coba pertama pada April, dan kedua pada Mei.

"Uji coba akan berakhir pada 15 Mei. Tanggal 22 April, dana senilai Rp 20 ribu masuk serentak di saldo masing-masing rumah tangga penerima manfaat," katanya, kepada Kontan, Selasa (23/4).

Berdasarkan perhitungan itu, menurut dia, besaran dana yang dikeluarkan pada uji coba tahap pertama itu sekitar Rp 283,86 juta. Ruddy menuturkan, penyaluran dana tahap kedua akan dilakukan pada 2 Mei.

Jika hingga masa uji coba selesai pada 15 Mei nanti saldo yang ada tidak digunakan, dana yang ada secara otomatis akan kembali ke pihak bank dan mitra bank.

Namun, ia menjamin setelah masa uji coba, sistem itu tidak akan berlaku lagi. Saldo rumah tangga penerima manfaat akan tetap tersimpan di kartu para penerima manfaat.

Ruddy menyebut, ada tiga metode yang digunakan dalam uji coba itu. Pertama menggunakan e-voucher yang dikirim melalui SMS dengan BNI sebagai mitra. Kedua menggunakan biometric dengan BRI sebagai mitra, dan ketiga menggunakan e-KTP dan biometric dengan Bank Mandiri selaku mitra.

Sekedar informasi, uji coba itu masuk dalam rangkaian persiapan yang telah dilakukan pemerintah sejak Desember 2018. Setelah fase uji coba, masih ada satu fase yakni pelaporan.

Pasca segala rangkaian uji coba, bentuk laporan TNP2K dalam bentuk rekomendasi akan diserahkan ke pemerintah, dan menanti sikap pemerintah untuk secara resmi menerbitkan aturan itu.

"Kami hanya menjalankan uji coba dan membuat rekomendasi kebijakan. Rekomendasi dapat diselesaikan pada Juni atau Juli. Segala keputusan kembali ke Presiden dan Menteri ESDM," paparnya.

Adapun, Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar menyatakan, kebijakan itu nantinya tidak akan mengurangi subsidi. "Tidak ada hubungannya dengan pengurangan subsidi. ESDM mengurus regulasinya," jelas dia.

Ia menambahkan, kebijakan itu bertujuan agar volume subsidi lebih terkendali dan subsidinya tepat sasaran. (Kontan/Filemon Agung)

Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved