Pemilu 2019

Soal Rekomendasi Penghitungan Suara Ulang dari Bawaslu, Ini Tanggapan KPU Kota Pekalongan

Bawaslu Jawa Tengah mengeluarkan rekomendasi untuk penghitungan suara ulang di beberapa daerah pada, Senin (22/4) lalu.

Soal Rekomendasi Penghitungan Suara Ulang dari Bawaslu, Ini Tanggapan KPU Kota Pekalongan
Tribun Jateng/ Budi Susanto
Divisi Teknis KPU Kota Pekalongan, Muhammad Billal, saat ditemui Tribunjateng.com di Kantor KPU Kota Pekalongan, Rabu (24/4/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Budi Susanto

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Bawaslu Jawa Tengah mengeluarkan rekomendasi untuk penghitungan suara ulang di beberapa daerah pada, Senin (22/4) lalu.

Adapun, rekomendasi untuk perhitungan ulang ada di Purbalingga dengan 12 TPS, Wonosobo 11, Boyolali 11, Kabupaten Semarang 10, Kebumen 9, Klaten 8, serta Kota Pekalongan 10 TPS.

Penghitungan ulang dilakukan karena ada indikasi ketidakcocokan perolehan suara antarpartai politik maupun calon legislatif, dan calon presiden serta calon DPD.

Menanggapi hal tersebut, KPU Kota Pekalongan langsung melakukan pengecekan di beberapa TPS yang ada.

Diakui oleh Divisi Teknis KPU Kota Pekalongan, Muhammad Billal, ada TPS yang harus melakukan penghitungan suara ulang.

"Memang ada perhitungan suara ulang di TPS 30 Kauman, namun baru satu TPS yang kami temukan, sementara rekomendasi dari Bawaslu terdapat 10 TPS, untuk itu akan kami koordinasi dengan pihak KPPS untuk memastikannya," terangnya.

Ia menjelaskan, temuan KPU Kota Pekalongan dalam rekapitulasi di TPS 30 terdapat selisih antara jumlah surat suara dan jumlah pemilih yang hadir.

"Selisih suara tersebut ada diperhitungan tingkat DPRD saja, karena pemilih mencoblos partai serta Calegnya, sehingga ada penggandaan, yang menyebabkan ada suara lebih banyak dari jumlah pemilihnya," ujar Bilal.

Selain itu, faktor utama terjadinya perbedaan jumlah suara dan pemilih ditambahkan Billal, karena faktor human error karena kelelahan dari petugas.

"Karena banyak petugas TPS yang kelelahan sehingga kekeliruan tersebut terjadi, apabila diperlukan penghitungan ulang kami siap untuk melakukannya, agar terwujud Pemilu jujur dan adil," tambahnya.(*)

Penulis: budi susanto
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved