Pemilu 2019

Viral Video Anggota KPPS di Boyolali Coblos Lebih 10 Kali, Bawaslu Rekomendasikan PSU

Seorang anggota KPPS di salah satu TPS di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, melakukan pencoblosan surat suara lebih dari 10 kali di bilik suara.

Editor: m nur huda
ISTIMEWA
Anggota KPPS di Boyolali mencoblos 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Seorang anggota kelompok penyelenggara pemungutan suara ( KPPS) di salah satu tempat pemungutan suara ( TPS) di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, melakukan pencoblosan surat suara lebih dari 10 kali di bilik suara.

Aksi itu terekam kamera dan videonya viral di media sosial.

Badan Pengawas Pemilu telah mengusut temuan salah seorang KPPS yang mencoblos surat suara di bilik TPS di Boyolali. Kemudian merekomendasikan dilakukan pemungutan suara ulang (PSU).

Koordiantor Divisi Humas dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Jawa Tengah Rofiudin mengatakan, temuan anggota KPPS mencoblosi surat suara terjadi di TPS 8 Desa Karangjati, Dukuh Winong, Kecamatan Wonosegoro, Kabupaten Boyolali.

"Anggota KPPS ikut ada di bilik suara untuk mencoblos surat suara yang dimiliki oleh orang lain pada saat pemungutan suara pemilu tanggal 17 April 2019," kata Rafiudin, dalam siaran tertulisnya, Rabu (24/4/2019).

Bawaslu lalu melakukan klarifikasi atas temuan itu.

Hasilnya,anggota KPPS tersebut ternyata tidak hanya ikut mencoblos satu kali, melainkan telah lebih dari 10 kali.

Surat suara yang dicoblos, sambung Rofi, juga tidak hanya surat suara presiden, melainkan juga surat suara pemilu legislatif.

Dijelaskan Rofi, kasus di Boyolali masuk pelanggaran prosedur terhadap proses pemungutan suara karena tidak sesuai dengan asas dan prinsip pemilihan umum.

Pemilu harus digelar dengan asas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil.

"Tindakan mencobloskan yang dilakukan salah satu anggota KPPS tersebut melanggar peraturan, karena tidak dilakukan menurut tata cara yang ditetapkan dalam ketentuan peraturan perundang-undangan," ujarnya.

Bawaslu meminta KPU menggelar pemungutan suara ulang di TPS tersebut.

Hal itu sesuai dengan pasal 372 ayat (2) UU Pemilu.

Pasal itu menegaskan, pemungutan suara di TPS wajib diulang apabila dari hasil penelitian dan pemeriksaan pengawas TPS terbukti ada keadaan yang salah satunya adalah, pembukaan kotak suara dan/atau berkas pemungutan dan penghitungan suara tidak dilakukan rnenurut tata cara yang ditetapkan dalam ketentuan peraturan perundang-undangan.

"Bawaslu Kabupaten Boyolali sudah merekomendasikan kepada KPU untuk memerintahkan KPPS melaksanakan PSU di TPS tersebut, selambat-lambatnya 10 hari semenjak hari pemungutan suara serentak secara nasional," tandasnya.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "KPPS di Boyolali Coblos Surat Suara Lebih 10 Kali, Bawaslu Minta PSU"

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved