Gubernur Ganjar: Perempuan Harus Bisa Akses Informasi Positif di Media Sosial

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menekankan pentingnya peran perempuan di era sekarang untuk menyaring informasi di media sosial.

Gubernur Ganjar: Perempuan Harus Bisa Akses Informasi Positif di Media Sosial
Istimewa
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo diminta memberi nama pada bayi laki-laki yang baru lahir saat mengunjungi Puskesmas Sumber, Rembang, Sabtu (30/3). 

TRIBUNJATENG.COM, REMBANG - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menekankan pentingnya peran perempuan di era sekarang.

Apalagi, zaman banjir informasi di media sosial, perempuan harus turut andil dengan menjadi pembendung dari merebaknya hal-hal negatif.

"Kartini juga bisa masuk di era sekarang. Kartini harus paham informasi," kata Ganjar saat di sela-sela Peringatan Hari Kartini ke-140 di Pendopo Museum Kartini Rembang, Kamis (25/4/2019).

Menurut suami dari Siti Atikoh itu, apa yang telah ditulis Kartini dalam buku Habis Gelap Terbitlah Terang merupakan sebuah dobrakan sekaligus lompatan. Ternyata, lompatan itu dinilainya relevan sampai saat ini.

"Lha lompatan juga lompatan peradaban. Akhirnya perempuan juga bisa mandiri. bisa setara. Saya kira gerakan perempuan saat itu yang sangat khas Indonesia, Jawa Tengah, dari Rembang adalah dari Kartini," katanya.

Lantas, apa yang bisa ditiru oleh perempuan saat ini dari seorang Kartini.

Ganjar mengatakan, di era merebaknya informasi, sudah waktunya perempuan bisa menguasainya dan mengaksesnya.

Tentu penguasan atas akses informasi juga harus dipraktikkan untuk hal-hal yang positif.

Bukan malah untuk negatif. Apalagi, perempuan merupakan tonggak pertama pendidikan pada anak. Tentu, aspek informasi positif yang didapat bisa ditularkan kepada buah hati.

"Pekerjaan rumah kita kan pembentukan karakter sejak dini. Bukan berati bapak tidak terlibat, tapi ibu lebih pas," lanjutnya.

Lebih dari itu, katanya, perempun juga merupakan orang yang sangat berpengaruh atas generasi mendatang.

Oleh sebab itu, sudah semestinya perempuan juga harus mampu memberi asupan spiritual kepada buah hati.

"Etika juga harus diajarkan sejak awal. Maka kalau sudah gede ora nesunan, toleran," katanya. (goz)

Penulis: Rifqi Gozali
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved