Komunitas Ojol Temanggung Minta Pemkab Cabut Surat Edaran Larangan Operasi Ojol dan Taksi Online

Puluhan pengemudi ojek online (ojol) dan juga taksi online, berkumpul di taman belakang rumah dinas Bupati Temanggung, Pendopo Pengayoman

Komunitas Ojol Temanggung Minta Pemkab  Cabut Surat Edaran Larangan Operasi Ojol dan Taksi Online
Tribun Jateng/Yayan Isro' Roziki
Puluhan pengemudi ojol dan taksi online saat berkumpul di taman yang berada di belakang rumah dinas bupati, Pendopo Pengayoman, Kamis (25/4). (yan) 

TRIBUNJATENG.COM, TEMANGGUNG - ‎ Puluhan pengemudi ojek online (ojol) dan juga taksi online, berkumpul di taman belakang rumah dinas Bupati Temanggung, Pendopo Pengayoman, Kamis (25/4).

Mereka yang tergabung dalam komunitas ojek dan driver taksi online Temanggung itu, meminta pemerintah kabupaten (Pemkab) Temanggung mengubah aturan soal ojek dan taksi online.

"Kami kumpul-kumpul di sini, untuk menyatukan persepsi dan membahas soal nasib‎ ojek dan taksi online ke depan," kata Wakil Ketua Komunitas Grab Bike Temanggung, Budi Supriyatno.

‎Disampaikan, saat ini pemerintah melalui Kementrian Perhubungan telah mengeluarkan peraturan menteri perhubungan ‎(Pemenhu) 12/2019, yang mengatur soal berbagai kebijakan soal ojek online.

Menurut Budi, dengan terbitnya Permenhub tersebut berarti pemerintah di tingkat pusat telah mengakui legalitas dan eksistensi ojol sebagai sarana transportasi yang secara sah bisa digunakan untuk melayani masyarakat.

Sementara, diakui, sebelumnya Pemkab Temanggung telah mengeluarkan surat edaran larangan beroperasi bagi ojek dan taksi online.

Larangan beroperasinya ojek online di Kota Tembakau itu tertuang dalam surat edaran tertanggal 15 November 2017 yang ditandatangani Bupati Temanggung ‎kala itu, Bambang Sukarno.

"Kami minta Pemkab mencabut surat edaran itu, dan menyesuikan aturan dengan Permenhub 12/2019," ujarnya.

‎Menurut Budi, edaran bupati itu tak sesuai dengan aturan yang lebih tinggi, terkait ojek online.

Bila tak dicabut, edaran itu berpotensi menimbulkan konflik horizontal antar sesama pengojek di lapangan, khususnya antara ojol dan ojek pangkalan (opang).

Halaman
123
Penulis: yayan isro roziki
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved