Pemungutan Suara Ulang akan Digelar di Tiga TPS di Brebes Sabtu Besok 

"Iya pemungutan suara di tiga TPS di Bantarkawung diulang. Itu instruksi KPU Provinsi," kata Riza, Kamis (25/4/2019)

Pemungutan Suara Ulang akan Digelar di Tiga TPS di Brebes Sabtu Besok 
Tribun Jateng/Budi Susanto
Ilustrasi 

TRIBUNJATENG.COM, BREBES - Tiga Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kecamatan Bantarkawung, Kabupaten Brebes, akan dilakukan pemungutan suara ulang (PSU), Sabtu (27/4/2019) besok. Ketiganya yaitu TPS 12 Desa Cipang, TPS 13 Desa Banjarsari dan TPS 28 Desa Pangebatan.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Brebes, Muamar Riza Pahlevi mengatakan, pemungutan ulang tersebut dilakukan berdasarkan instruksi KPU Provinsi Jawa Tengah usai menerima rekomendasi dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

"Iya pemungutan suara di tiga TPS di Bantarkawung diulang. Itu instruksi KPU Provinsi," kata Riza, Kamis (25/4/2019).

PSU tersebut sedianya digelar Kamis (25/4/2019) ini. Namun karena faktor ketersediaan logistik di antaranya surat suara dan lainnya, sehingga PSU baru bisa digelar Sabtu (27/4/2019) besok.

"Karena logistik di kami sudah habis sehingga kami mintakan lagi ke KPU Pusat. Kalau Sabtu besok, insyaallah semua logistik sudah siap. Baik surat suara, C1, Plano, tinta, sampai bilik dan kotak suara sudah siap," ucapnya.

Ketua Bawaslu Brebes, Wakro mengungkapkan, PSU digelar karena ditemukan adanya kesalahan administrasi saat pemilihan pada 17 April lalu. Yaitu adanya pemilih yang mencoblos hanya menggunakan KTP.

Padahal sesuai aturan, katanya, bagi pemilih yang bukan warga setempat harus menggunakan form pindah nyoblos (A5) untuk bisa menyalurkan hak pilihnya.

"Ada pemilih dari luar kota yang mencoblos pakai KTP dan tidak terdaftar. Aturannya tidak boleh. Dia harus menggunakan form A5. Kalau warga setempat pakai KTP, itu boleh. Nanti masuknya DPT Khusus. Ini berarti menyalahi aturan dan dilakukannya PSU," jelasnya.

Di tiga TPS tersebut, kata Wakro, ditemukan hanya satu pemilih di tiap TPS. Kendati demikian, hal itu tetap mempengaruhi perolehan suara sehingga harus dilakukan pemungutan ulang.

Ia menambahkan, pemilih yang tidak terdaftar di DPT memang tetap bisa mencoblos menggunakan e-KTP atau suket, tetapi di TPS sesuai domisili. Mereka baru bisa memberikan hak suaranya mulai pukul 12.00.

Kemudian, lanjutnya, dalam Peraturan KPU nomor 2 Tahun 2019 tentang Pemungutan dan Penghitungan Suara, disebutkan pemilih yang tidak terdaftar di DPT atau DPTb namun memiliki hak pilih, masuk di kategori Daftar Pemilih Khusus (DPK).

"Seharusnya pemilih yang berpindah TPS atau melakukan prosedur pindah memilih, wajib membawa formulir A5 untuk dapat menggunakan hak pilihnya," imbuhnya.

Ia menerangkan, formulir A5 merupakan keterangan pemilih yang berpindah dari TPS asal ke TPS tujuan yang didapatkan dari kantor desa/ kelurahan atau Kantor KPU provinsi.

Dalam PSU nantinya, seluruh pemilih akan kembali mencoblos lima lembar kertas suara yaitu untuk pasangan Capres-Cawapres, DPD RI, DPR RI, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten.

"Kami mengimbau penyelenggara harus tertib adminiatrasi kependudukan agar tidak terjadi lagi pemungutan ulang. Begitu juga pemilih, agar menyampaikan terdaftar atau tidak," imbaunya. (Nal)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved