47 Petugas Pemilu yang Meninggal dan Sakit Mendapat Santunan Dari Pemprov Jateng

Santunan diterima Zakiyah atas meninggalnya sang ayah, Ahmad Sukadi, setelah menjalankan tugas sebagai anggota KPPS

47 Petugas Pemilu yang Meninggal dan Sakit Mendapat Santunan Dari Pemprov Jateng
Tribunjateng.com/Hermawan Handaka
Gubernur Ganjar Pranowo menyerahkan santunan untuk keluarga petugas KPPS yang meninggal seusai bertugas di Pilpres-Pileg 2019, Jum'at (26/4). Pemberian santunan diserahkan di acara Peringatan Isro' Mi'roj Nabi Muhammad SAW 1440 H/2019 tingkat Provinsi Jawa Tengah di Gedung Gradhika. (Tribun Jateng/Hermawan Handaka) 

"Bapak tidak sakit, tapi punya riwayat darah tinggi. Saat dikabari bapak meninggal, saya sedang di sekolah," tuturnya.

Hal senada disampaikan Anti Trianti (42), warga Kendal yang juga merupakan penerima santunan dari Gubernur.

Anti mengatakan jika dalam pemilu tahun ini, suaminya yang bertugas sebagai Hansip gugur dalam tugas.

"Sore itu setelah tugas dari TPS, suami saya mengeluh masuk angin, terus saya kerokin. Belum selesai, dia izin ke kamar mandi, begitu keluar langsung jatuh," terangnya menangis.

Anti mengaku sudah mengikhlaskan kepergian suaminya itu. Ia juga berharap, pengorbanan suaminya tidak sia-sia.

"Terimakasih juga buat pak Gubernur, semoga perjuangan suami saya dan juga semua yang menjadi korban dalam demokrasi ini tidak sia-sia," tutupnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo secara pribadi dan mewakili masyarakat mengucapkan turut belasungkawa kepada para pahlawan pemilu yang gugur dalam menjalankan tugasnya.

Gubernur Ganjar Pranowo menyerahkan  santunan untuk keluarga petugas KPPS yang meninggal seusai bertugas di Pilpres-Pileg 2019, Jum'at (26/4). Pemberian santunan diserahkan di acara Peringatan Isro' Mi'roj Nabi Muhammad SAW 1440 H/2019 tingkat Provinsi Jawa Tengah di Gedung Gradhika. (Tribun Jateng/Hermawan Handaka)
Gubernur Ganjar Pranowo menyerahkan santunan untuk keluarga petugas KPPS yang meninggal seusai bertugas di Pilpres-Pileg 2019, Jum'at (26/4). Pemberian santunan diserahkan di acara Peringatan Isro' Mi'roj Nabi Muhammad SAW 1440 H/2019 tingkat Provinsi Jawa Tengah di Gedung Gradhika. (Tribun Jateng/Hermawan Handaka) (Tribunjateng.com/Hermawan Handaka)

"Ke depan kami mendorong pihak yang berwenang yakni KPU untuk menyiapkan. Saran saya sih ada asuransi agar kalau terjadi seperti ini ada yang bertanggungjawab," kata dia.

Namun karena kondisi saat ini darurat dan tidak ada yang menganggarkan, maka Pemprov Jateng lanjut dia melakukan tindakan cepat dengan berinisiatif mencari sumber yang halal untuk santunan keluarga.

"Kami cari sumber yang memungkinkan dan tidak melangar aturan, maka kita cover semuanya dengan Baznas. Masing-masing kami beri Rp10 juta," tuturnya.

Halaman
123
Penulis: faisal affan
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved