Dari Jepang, Ahok BTP Komentari Banjir Jakarta, Anies Baswedan Unggah Status Ini di Facebook

Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok alias BTP yang masih berada di Jepang, ikut mengomentari banjir yang kini melanda wilayah Jakarta, Jumat (26/4/2019)

Dari Jepang, Ahok BTP Komentari Banjir Jakarta, Anies Baswedan Unggah Status Ini di Facebook
Warta Kota/Alex Suban
Kendaraan merayap melintasi Jalan Jatinegara Barat, Jakarta Timur, yang terendam banjir akibat luapan Sungai Ciliwung, Jumat (26/4/2019). Jalan Jatinegara Barat sempat ditutup dan kendaraan mobil dari arah Terminal Kampung Melayu dibelokkan ke Jalan Jatinegara Barat 1 karena banjir sempat meninggi. 

"Pagi ini kalau Anda lihat lagi dari beberapa wali kota dan wakil enggak ada, karena semua sedang bekerja di lapangan untuk bersiaga menghadapi air kiriman hulu," tuturnya, dikutip dari Kompas.com.

Anies Baswedan Bicara

Anies juga menuliskan tentang upaya Pemprov DKI mengatasi banjir di akun facebooknya, Anies Baswedan.

Berikut cuitan Anies di akun facebooknya: 

Setiap Hari Kesiapsiagaan Bencana 26 April, Pemprov DKI Jakarta rutin mengajak masyarakat untuk mengadakan latihan evakuasi kebencanaan.

Untuk menggugah kesadaran, meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana. Dan hari ini adalah ujian sebenarnya bagi kita.

Kemarin malam, status tinggi muka air Pintu Air Katulampa Bogor sempat mencapai Siaga 1.

Kiriman air dengan volume tinggi ini diperkirakan sampai 6-9 jam kemudian di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung di Jakarta.

Sejak malam peringatan dini telah dikeluarkan oleh BPBD DKI Jakarta, seluruh jajaran Pemprov DKI siag. Banyak petugas kita, tak istirahat sejak tadi malam.

Semua berjaga. Prinsip kita: Siap, tanggap, galang.

Kita sudah memetakan titik-titik rawan bencana yang akan terdampak atas kiriman air dari hulu sungai Ciliwung. Kawasan ini akan selalu terdampak selama kiriman air dari hulu belum bisa kita batasi, jadi yang bisa kita lakukan adalah meminimalisir dampaknya.

Aksi relawan Aksi Cepat Tanggap (ACT) di Bidara Cina atasi banjir kiriman di Bantaran Ciliwung, Jumat (26/4/2019). (ACT)
Posko-posko pengungsian disiapkan Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan, pasukan biru disiagakan di lokasi, pompa mobile disiapkan, pasukan oranye, Dinas Gulkarmat dan Satpol PP membantu proses evakuasi.

Kami mengapresiasi warga yang sudah #sadarbencana, mereka sudah tahu apa yang harus dilakukan ketika menerima peringatan dini dari kecamatan/ kelurahan.

Dengan kesadaran tersebut makin memudahkan proses evakuasi dan penanganan genangan.

Kepada seluruh jajaran Pemprov DKI yang masih siaga sejak tadi malam, terima kasih, jaga terus stamina Ibu/ Bapak, tetap utamakan keselamatan. Selamat bertugas!

#OperasiSiagaIbukota
#SiapTanggapGalang
#DKIJakarta

2 Tewas

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho merilis, dua orang meninggal akibat banjir di Jakarta.

"2 Orang meninggal dunia dan 2.258 jiwa mengungi akibat banjir di wilayah Jakarta," tulis Sutopo Purwo Nugroho

Hujan deras dengan durasi yang cukup lama di wilayah Bogor telah menyebabkan naiknya debit Sungai Ciliwung pada 25/4/2019 malam.

Tinggi muka air Sungai Ciliwung hingga mencapai 220 - 250 centimeter sehingga status Siaga1.

"Naiknya debit Sungai Cilwung menyebabkan banjir bantaran sungai di beberapa wilayah di Jakarta," tulis Sutopo Purwo Nugroho.

Berdasarkan laporan Pusdalops BPBD DKI Jakarta daerah terdampak banjir pada 26/4/2019 terdiri dari 32 titik banjir yaitu di wilayah Jakarta Selatan tepatnya di RW 01, 02, 011 Kel. Pengadegan, RW 01, 03, 07 di Kel. Rawa Jati, RW 01 di Kel. Cikoko, dan RW 010 di Kel. Kebon Baru, dengan ketinggian banjir rata-rata 10-250 cm.

Sedangkan untuk Wilayah Jakarta Timur tepatnya di RW 01, 02, 03, 05, 08, 012 Kel. Cawang, RW 01, 02, 04, 05 Kel. Balekambang, RW 05, 06, 07, 015, 016 Kel. Cililitan, RW 04 s.d RW 08 Kel. Kamp. Melayu dan RW 06,07,011,014 Kel. Bidara Cina, dengan ketinggian banjir rata-rata 10-250 cm.

Banjir menyebabkan 2 korban jiwa yaitu Imas (48/P) yang meninggal akibat kecelakaan terseret arus kali Ciliwung di Kel. Kebon Baru Jakarta Selatan.

Dan Suyanto (70/ L) meninggal akibat serangan jantung di Kel. Bidara Cina Jakarta Timur.

Sebanyak 285 KK dan 2258 Jiwa pengungsi akibat banjir pada tanggal 26 April 2019. Saat ini lokasi pengungsi berada di 12 titik lokasi yang terdiri dari 2 titik lokasi di Jakarta Selatan dan 10 titik lokasi di Jakarta Timur.

Upaya penangan banjir telah dilakukan sejak semalam saat terjadi kenaikan Siaga 1. BPBD DKI Jakarta melalui UPT. Pusat Data dan Informasi Kebencanaan memberikan peringatan dini kepada masyarakat yang berada di bantaran sungai Ciliwung melalui SMS Blast saat Bendung Katulampa dan Pintu Air Depok mengalami kenaikan status Siaga menjadi Siaga 1.

Tim Piket BPBD melakukan assessment dan koordinasi dengan Kelurahan terdampak.

Evakuasi warga terdampak dilaksanakan oleh BPBD, Dinas Gulkarmat, Dinas Kesehatan, Dinas Kehutanan, Basarnas, PMI, petugas dari Unsur kelurahan, Satpol PP, PPSU, Babinsa, dan masyarakat.

Pompa yang telah disiapkan Dinas SDA sebanyak 133 unit pompa mobile dan 465 unit pompa stasioner yang tersebar di 164 lokasi.

Dinas SDA melalui Satgas SDA Kecamatan melakukan penanganan banjir di lokasi dengan penyedotan menggunakan pompa serta pembersihan tali-tali air dibantu PPSU Kelurahan dan Dinas Lingkungan Hidup melakukan pengangkutan sampah-sampah akibat banjir.

Dinas Sosial Provinsi dan Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan dan Jakarta Timur mengirimkan bantuan logistik, makanan siap saji, dan mendirikan tenda pengungsi serta dapur umum untuk pengungsi akibat bencana banjir.

PT.PLN Persero membantu proses pemadaman aliran listrik di wilayah yang terdampak banjir. Penanganan darurat masih terus dilakukan oleh BPBD dan aparat lain.

(Tribunnews.com/Sri Juliati)

Editor: galih permadi
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved