Ngopi Pagi

FOKUS : Merekam Diri

sejumlah pelajar SMPN 1 Bawang, Banjarnegara. Mereka dilatih berkarya membuat film pendek menggunakan smartphone berdurasi 3-5 menit

FOKUS : Merekam Diri
tribunjateng/bram
Moh Anhar wartawan Tribun Jateng ok 

Oleh Moh Anhar

Wartawan Tribun Jateng

SUNGGUH menarik kegiatan yang dilakukan sejumlah pelajar SMPN 1 Bawang, Banjarnegara. Mereka dilatih berkarya membuat film pendek menggunakan smartphone berdurasi 3-5 menit.

Mereka mengambil gambar dengan setting lingkungan tempat mereka tinggal. Ada kampung, jalan desa, hingga persawahan. Untuk melakukan editing gambar, menggunakan aplikasi gratisan. Cukup sederhana, namun membawa pengaruh positif bagi mereka. (Tribun Jateng, 26/4).

Smartphone merupakan peranti yang melekat dalam keseharian siapa saja saat ini. Tak hanya komunikasi, namun juga hiburan dan fotografi. Beragam penggunaannya, entah itu positif atau negatif. Semua tergantung pemakainya.

Nah, smartphone yang dilengkapi fasilitas kamera ini merangsang mereka untuk bisa berbuat lebih banyak, daripada sekadar foto selfie. Tentu pengambilan gambar tidak asal-asalan.

Alat sederhana, namun ahsil karyanya juara. Para pelajar ini memulai membuat film dengan berlatih, membuat skenario, hingga menghafalkan dialog dan menyelaraskan gestur tubuh.

Terkait film, Banjarnegara memang gudangnya pelajar berprestasi dalam produksi film. Iklim berkarya ditumbuhkan oleh banyak pihak, baik sekolah formal maupun pihak-pihak yang peduli terhadap pengembangan SDM lokal.

Tak sedikit dari mereka yang mencetak prestasi di luar Banjarnegara, bahkan kancah nasional. Potensi seperti ini layak terus ditumbuhkembangkan di kalangan anak-anak muda secara lebih luas.
Tema yang dibikin berasal dari hal-hal sehari, yang bisa jadi semua orang juga melakoninya. Karenanya, meniru semangat mereka berkarya ini patut diacungi jempol.

Sekarang pun kita juga sudah tak lagi asing dengan istilah "vlog" atau video blog. Aktivitas merekam diri, yang biasanya menggunakan smartphone, sudah menjadi gaya tersendiri.

Omong-omong smartphone, beberapa hari lalu, viral pemberitaan peredaran video (maaf) masturbasi sejumlah artis pria dan atlet tersohor. Bila faktanya real, ini nih, penggunaan smartphone yang "kebablasan".
Polisi pun ikut-ikut memberikan komentarnya. Pasalnya belum ada yang memastikan kebenaran video itu, apakah hasil editing atau benar-benar asli. Video ini disebarkan melalui media sosial dan kabarnya diperjualbelikan.

Masturbasi bisa jadi sebagai aktivitas personal individu. Namun, ketika merekam diri di depan kamera, lalu tersebar ke publik, menjadi sebuah persoalan. Aksi tersebut bagian dari konten pornografi, yakni menyuguhkan tontonan bernada pornoaksi. Bila benar dilakukan oleh sang artis, maka yang tahu motif dari tindakan tersebut tentu saja pelakunya.

Yang perlu diketahui juga, dalam hukum pornografi, jeratan pidana tidak hanya mengancam pelaku yang ada dalam video. Tetapi, termasuk pula yang menyebarkannya?

Artis sebagai figur publik memang menjadi hal menarik untuk diulas. Nyatanya, di media sosial, aktivitas pornoaksi serupa dilakukan juga oleh mereka yang tanpa menyandang predikat artis. Media sosial menjadi wadah sebagian pelaku perbuatan seks menyimpang untuk mempertontonkan diri.

Bila ini menjadi sebuah fenomena sosial, tentu harus ada yang perlu kita waspadai. Menggunakan smartphone perlu bijak. Bukan sebatas bijak menghemat paketan data, tapi juga menggunakannya untuk apa. Era digital membawa kita dalam banyak hal hanya dengan mennggunakan smartphone di genggaman tangan. Semoga aura positiflah yang senantiasa mengiringi kita. (*)

Penulis: moh anhar
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved