Gus Muwafiq Singgung Pernyataan Amien Rais Soal People Power : Jangan Ngaku Umat Rasul Jika. . .

Isro Miraj Nabi Muhammad SAW, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggelar pengajian yang diisi oleh Gus Muwafiq asal Sleman, Yogyakarta.

TRIBUN JATENG/HERMAWAN HANDAKA
Ratusan warga Jawa Tengah antusias saat mengikuti pengajian akbar oleh Gus Muwafiq yang berlangsung di Gedung Gradhika Kota Semarang, Jumat (26/4/2019). Acara ini adalah rangkaian peringatan Isro Miraj Nabi Muhammad SAW 1440H/2019. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dalam rangka peringatan Isro Miraj Nabi Muhammad SAW, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggelar pengajian yang diisi oleh Gus Muwafiq asal Sleman, Yogyakarta.

Acara yang digelar di gedung Gradhika Bhakti Praja, Jalan Pahlawan Semarang dihadiri ratusan tamu undangan, Jumat (26/4/2019) pagi.

Hadirin mulai dari mahasiswa, lembaga keagamaan, santri, dan siswa sekolah datang mendengarkan ceramah Gus Muwafiq.

Dalam ceramahnya, Gus Muwafiq sempat menyinggung people power yang kerap diutarakan oleh elit politik, terutama yang dipopulerkan Amien Rais dkk.

Menurutnya, orang yang mengatakan hal tersebut tidak tahu apa itu people power.

Mutasi Polri, Irjen Pol Condro Kirono Duduki Jabatan Baru, Ini Sosok Kapolda Baru Jateng

TERBARU: Coklat Mermaid, Jajanan Seharga Rp 500 Bawa Petaka di Pekalongan, Polisi Buru Penjual

"People power itu terjadi jika kondisi ekonomi kita hancur.

Kalau hanya karena Pilpres ya buat apa people power.

Jangan mengaku umat Rasul jika tidak bisa menciptakan keamanan dan ketentraman bangsa," paparnya.

Gus Muwafiq selalu menekankan pentingnya melihat sejarah sebelum menjadi manusia masa depan.

Sebab, sejarah memiliki peran terhadap sikap generasi penerus.

"Jangan bicara bank itu haram.

Berarti baca Al-Quran juga haram karena sebelum dibeli negara biaya percetakannya dibiayai oleh bank dahulu," tegasnya.

Ia menginginkan manusia memiliki pemikiran yang luas dan mau berdamai dengan siapa pun.

Termasuk kepada pemeluk agama dan kepercayaan lain.

"Jangan heran kalau Banser jaga gereja.

Karena dahulu sejarahnya sudah pernah terjadi.

Bapak ibu kalau naik haji sekarang harus menggunakan pesawat kan?

Bukankah pesawat itu juga buatan Yahudi.

Maka berdamailah dengan agama apa pun.

Karena faktanya kita hidup di dunia dengan beragam agama yang berasal dari nabi yang agama Islam yakini juga," bebernya.

Gus Muwafiq atau KH Ahmad Muwafiq lahir di Lamongan, 2 Maret 1974.

Dalam umur 45 tahun sekarang ini, dikenal sebagai salah satu ulama Nahdlatul Ulama' (NU).

Gus Muwafiq yang mengasuh sebuah pondok pesantren di Sleman, Yogyakarta, ini merupakan aktivis mahasiswa saat kuliah di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Juga pernah menjabat sebagai asisten pribadi Gus Dur atau KH Abdurrahman Wahid, termasuk saat menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia.

"Saya datang ingin melihat dan mendengarkan ceramah Gus Muwafiq.

Saya menyukai ceramah-ceramahnya yang ada di Youtube karena penuh dengan hikmah.

Beliau selalu menyampaikan tentang Islam yang rahmatan lil 'alamin," jelas Ardiansyah (19), mahasiswa UIN Walisongo yang hadir di pengajian ini. (tribunjateng/afn)

TERBARU: Coklat Mermaid, Jajanan Seharga Rp 500 Bawa Petaka di Pekalongan, Polisi Buru Penjual

Mutasi Polri, Irjen Pol Condro Kirono Duduki Jabatan Baru, Ini Sosok Kapolda Baru Jateng

Kesal Tunggu Atta Halilintar, Nia Ramadhani Tetap Patuhi Aturan Ardi Bakrie Soal Waktu Syuting

Kesaksian Syafia Korban Selamat Setelah Mengonsumsi Coklat Bergambar Putri Duyung

Penulis: faisal affan
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved