Peringatan Isra Mi'raj di SMAN 1 Semarang Hadirkan Dik Doang

Iqbal, Kelas XI Mipa 6, Ia mengaku sempat teringat bendera kuning di depan rumahnya Desember lalu. Ia tidak sadar awal ia mengeluarkan air mata

Peringatan Isra Mi'raj di SMAN 1 Semarang Hadirkan Dik Doang
Istimewa
Ustadz Dik Doank menyampaikan ceramah di SMA I Semarang, Jumat (26/04/2019) 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Beberapa siswa SMA 1 Semarang menunduk sambil menengadahkan kedua tangannya. Ada beberapa yang menitikkan air mata, dan ada pula satu siswa yang air matanya keluar bersambung dagu.

Iqbal, Kelas XI Mipa 6, Ia mengaku sempat teringat bendera kuning di depan rumahnya Desember lalu. Ia tidak sadar awal pertama ia mengeluarkan air mata.

Ketika Ustadz Dik Doank mengajak para siswa mengingatkan kesalahan yang pernah diperbuat kepada orangtua, seketika itu ia teringat ayahnya yang meninggal. Ketika teringat bendera kuning di depan rumah, ia baru menyadari air matanya sudah tidak dapat ia tahan.

Hal serupa juga dirasakan Pandu, Kelas XI Mipa 5, ia mengaku setelah acara baru menitikkan air mata. "Teringat sekilas orangtua, lalu tiba-tiba air mata menetes. Teringat kesalahan kepada orangtua yang belum sempat saya perbaiki," jelasnya.

Lebih lanjut, materi yang disampaikan Ustadz Dik Doank dalam acara Isra" Mi"raj sesuai dengan satu visi SMA I Semarang yang digelar di Lapangan Upacara SMA I Semarang, Jumat (26/04/2019). SMA I Semarng merupakah sekolah Adiwiyata, lalu diajarkan teori islam tentang menjaga lingkungan. Menjaga alam merupakan wujud iman seseorang kepada Allah.

Hal senada juga disampaikan Tata, Kelas XI Mipa 9, ia mengaku bahwa menjaga lingkungan merupakan upaya yang sangat penting. Terlebih, menjaga alam merupakan wujud iman seseorang kepada Tuhannya.

Salsa, Kelas XI Mipa, ia tidak menyangka penceramahnya seru. Bisa interktif dengan para siswa. Terlebih yang paling dingatnya saat Ustadz Dik Doank menyuruh peserta menggambar pohon di kertas yang disediakan panitia. Lalu Ustadz Dik Doank menjelaskan, bahwa gambar pohon itu memiliki kandungan ayat Al-Qur"an. Lalu ia menjelaskan, pohon yang digambar menunjukkan karakter setiap siswa.

"Jika pohon itu memiliki buah dan akar, berarti pohon itu kokoh dan bermanfaat bagi sekitarnya. Seperti halnya manusia, ia sudah memiliki buah yang bermanfaat bagi sekelilingnya dan teguh keimannya," jelasnya.

Hal serupa juga dirasakan Alya, Kelas XII Mipa, ia merasa senang dengan mengikuti acara tersebut. Ia mengaku penceramahnya seru. Materi yang disampaikan juga sesuai dengan lokasi. Yaitu; di lapangan upacara SMA I Semarang. Ia terkesan mengikuti anjuran menjaga alam, dan serasa menyatu dengan alam.

Yusuf, Ketua Panitia, ia mengaku merasa puas mengikuti ceramah Ustadz Dik Doank. Ia juga memilih Ustadz Dik Doank sebagai penceramah acara tersebut karena ia tahu bahwa Ustadz Dik Donk aktivis lingkungan dan mempunyai Sekolah Alam yang bernama Kandang Jurang Doank.

"Acara dimulai dari pukul 07:00 sampai pukul 10:00 WIB dan diikuti 800 dari kelas X dan XI siswa SMA I Semarang," jelasnya.

Acara dibuka sari tilawah, surat al-isra" ayat 1 sampai 3. Penampilan rebana eksul Nasyid El-Azizi dan Ash-shofa. (Tribunjateng/Moch Saifudin)

Penulis: Idayatul Rohmah
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved