Sadran Gedhe Gumelem Banjarnegara Sambut Bulan Ramadan

Tradisi nyadran masih dilestarikan sebagian masyarakat Jawa untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadan.

Sadran Gedhe Gumelem Banjarnegara Sambut Bulan Ramadan
TRIBUN JATENG/KHOIRUL MUZAKI
Ritual meminta hujan Ujungan masyarakat kecamatan Susukan Banjarnegara. 

TRIBUNJATENG.COM, BANJARNEGARA - Tradisi nyadran masih dilestarikan sebagian masyarakat Jawa untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadan.

Di Desa Gumelem Wetan Kecamatan Susukan Kabupaten Banjarnegara, tradisi nyadran dikemas dalam rangkaian kegiatan yang meriah, dikenal Sadran Gedhe.

Even yang memadukan budaya dan religi ini akan dimulai besok, 27 April 2019 dengan kegiatan pembukaan diiringi pengajian atau tahlil akbar di Desa Gumelem Wetan.

Kegiatan dilanjutkan keesokan harinya, Minggu (28/4) dengan berbagai lomba menarik, meliputi lomba desain batik, menulis sejarah Gumelem, audisi Kakang Mbekayu, hingga penampilan kesenian musik tradisional kenthongan.

"Lomba diikuti siswa, terbuka," kata Satrio, Koordinator Acara Bidang Media Sadran Gedhe Gumelem 2019.

Sebelum gelaran puncak acara kirab pada Kamis, 2 Mei 2019, masyarakat bisa menikmati hiburan kesenian tradisional pada Selasa malam, (30/4).

Kegiatan malam itu akan menampilkan kesenian Bandhan dan Lengger Lanang.

Bandhan disebutnya tradisi yang terancam punah sehingga coba dihidupkan kembali.

Ritual magis ini mungkin mirip dengan trik sulap.

Seorang pemeran tangannya akan diikat lalu dimasukkan dalam karung yang tertutup kain.

Halaman
12
Penulis: khoirul muzaki
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved