Breaking News:

814 Keluarga di Desa Depok Kabupaten Tegal Masih BAB Sembarangan

Desa Depok, Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal dinilai paling rendah dalam hal akses sanitasi layak maupun sehat.

Penulis: Akhtur Gumilang | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/AKHTUR GUMILANG
Bupati Tegal Umi Azizah meninjau area pemukiman warga Desa Depok yang tinggal di tepi sungai, Jumat (26/4/2019) kemarin. 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Desa Depok, Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal dinilai paling rendah dalam hal akses sanitasi layak maupun sehat.

Bahkan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tegal mencatat 814 Kepala Keluarga (KK) di desa tersebut masih Buang Air Besar (BAB) sembarangan atau ke sungai.

Berdasarkan data yang ada, jumlah keluarga di Desa Depok sebanyak 915 KK.

Sedanglan, jumlah KK yang sudah tidak BAB sembarangan atau mempunyai jamban sehat hanya 91 KK.

"Capaian akses sanitasi di Desa Depok, Kecamatan Pangkah masih tergolong paling rendah yaitu 21,75 persen," kata Kepala Dinkes Kabupaten Tegal, Hendadi Setiaji kepada Tribunjateng.com, Sabtu (27/4/2019).

Dilihat segi geografis, kata dia, banyak warga Desa Depok yang tinggal di tepi atau dekat bantaran sungai masih mengaliri kotoran tinjanya dari jamban rumah menuju sungai.

Sehingga, 814 KK tersebut masih belum memiliki akses jamban yang sehat, dimana kotoran tinja tidak ditampung ke septictank.

"88,96 persen warga di sini masih buang air besar sembarangan," lanjutnya.

Sebelumnya diberitakan, Bupati Tegal Umi Azizah meninjau dan mengelilingi area pemukiman warga yang tinggal di tepi sungai.

Dalam hal ini, Umi menyorot masih banyak warga di desa tersebut yang BAB ke sungai sehingga target Open Defecation Free (ODF) atau Bebas BAB sembarangan sulit dicapai di Kecamatan Pangkah.

“Bapak, ibu meski sudah punya jamban keluarga, tapi kalau tinjanya dialirkan langsung ke sungai, itu tetap dikategorikan perilaku BAB sembarangan.

Artinya, mereka tetap berkontribusi mencemari sungai, menebar penyakit dengan bakteri e-coli nya,” kata Umi saat mengkampanyekan stop buang air besar sembarangan di hadapan warga Desa Depok, Jumat (26/4/2019) kemarin

Dengan adanya Program Daerah Pemberdayaan Masyarakat Desa Mandiri (PDPM-DM), Umi berharap Desa Depok dapat terbebas dari perilaku buang air besar sembarangan, sehingga dapat mewujudkan Kabupaten Tegal ODF di Tahun 2019. (TRIBUN JATENG/GUM).

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved