Rabu, 29 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

2.250 Murid PSHT Ikuti Tes Kenaikan Tingkat, Kakek Ini Masih Semangat Mengikuti

Sebanyak 2.250 siswa PSHT ikuti tes kenaikan sabuk di lapangan Brumbung Kecamatan Tanon, Minggu (28/4/2019).

Tayang:
TRIBUN JATENG/MAHFIRA PUTRI MAULANI
Siswa PSHT mengikuti tes kenaikan sabuk putih di Lapangan Brumbung, Tanon Sragen 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN - Sebanyak 2.250 siswa PSHT ikuti tes kenaikan sabuk di lapangan Brumbung Kecamatan Tanon, Minggu (28/4/2019).

Kenaikan sabuk dari hijau ke putih ini diikuti 20 cabang ranting PSHT di Kabupaten Sragen.

Pantauan Tribunjateng.com tes ini diikuti dari berbagai macam golongan dari anak SD, SMP, SMA laki-laki maupun perempuan, bapak-bapak hingga kakek.

Salah satu yang menarik perhatian ialah Aris Pupon warga Ngembatpadas RT 10 Kecamatan Gemolong.

Saat ditemui Tribunjateng.com di sela-sela tes dirinya mengaku sudah berusia 63 tahun.

Siswa yang berasal dari ranting gemolong ini mengaku bersemangat dalam mengikuti runtutan tes.

"Sudah saya niatkan untuk ikut, nambah teman, nambah saudara," ujarnya.

Dirinya mengaku saat muda belum terlalu tertarik dan belum terlalu bersemangat untuk mengikuti PSHT.

Dirinya juga mengatakan sudah mengikuti tes kenaikan pangkat sebanyak dua kali.

"Saya sejak 2016 mengikuti, sudah dua kali ikut tes tapi masih semangat," tambahnya. 

Dirinya juga mengikuti latihan sama seperti siswa lain setiap Selasa malam, Sabtu malam dan Kamis malam.

Ketua Cabang PSHT Sragen Pusat Madiun Jumbadi mengatakan kenaikan sabuk hijau ke putih ini kegiatan rutin yang dilakukan setiap tahunnya.

"Sebelum para siswa mendapatkan sabuk putih, siswa menghadapi tes terakhir yaitu pendadaran, baru setelah itu kami wisuda dan resmi menjadi warga PSHT tingkat satu pada bulan suro atau September,"ujar Jumbadi.

Jumbadi mengatakan jumlah warga PSHT dari 1980an hingga sekarang sudah mencapai 50 ribu lebih.

Dirinya juga menambahkan jika siswanya telah menjadi warga harus taat dan patuh pada aturan yang ada di PSHT Teratai dan masyarakat.

"Warga PSHT harus menjadi contoh dari keluarga dan masyarakat," ujarnya.

Dirinya juga mengatakan siswa tidak boleh menggunakan jurus yang dilatih dengan sembarangan.

Serangkaian yang dites dalam kenaikan sabuk ini meliputi upacara dan tes meliputi osdor, senam dasar, jurus, senam toyak, dan jurus toyak.

"Untuk long mars sendiri kami kembalikan ke masing-masing ranting," pungkasnya. (uti) 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved