BREAKING NEWS : Bocah Tenggelam di Galian Brown Canyon Rowosari Semarang, Pencarian Terkendala Hujan

Seorang anak tenggelam di galian bekas tambang Brown Canyon Kelurahan Rowosari Kecamatan Tembalang Kota Semarang.

BREAKING NEWS : Bocah Tenggelam di Galian Brown Canyon Rowosari Semarang, Pencarian Terkendala Hujan
TRIBUN JATENG/JAMAL A NASHR
Proses pencarian korban tenggelam oleh Tim Sar Gabungan di galian bekas tambang Kelurahan Rowosari Kecamatan Tembalang Kota Semarang, Minggu (28/4/2019) 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Jamal A Nashr

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Seorang anak tenggelam di galian bekas tambang Brown Canyon Kelurahan Rowosari Kecamatan Tembalang Kota Semarang.

Awalnya korban tengah bermain di kubangan air bekas galian tambang, Minggu (28/4/2019) pukul 14.30.

Korban diketahui bernama Faris (12) warga Telogo Tentrem Kelurahan Batursari Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak.

Video Detik-detik Kapal Vietnam Sengaja Tabrak Kapal Perang Indonesia KRI Tjiptadi 381

Ibu Bunuh Diri Bawa Bayinya di Jembatan Serayu Cilacap, Kenali Gejala Baby Blues

Nikita Mirzani Lahiran Tanpa Sosok Suami, Pengusaha Inilah yang Kumandangkan Adzan

Sebelumnya ia bermain bersama dua temannya Elang (12) dan Noval (11). Korban masih duduk di kelas enam sekolah dasar.

Awalnya korban bermain air di tepi kubangan. Saat tengah asyik bermain air, korban terperosok ke kubangan yang lebih dalam. Rekan korban sempat berusaha menyelamatkan namun gagal.

"Teman korban sempat berusaha menolong. Tetapi yang berhasil tertolong dan dibawa ke pinggir hanya satu. Sementara korban tidak berhasil diselamatkan," sebut Kepala BPBD Kota Semarang, Agus Harmunanto.

Proses pencarian terus dilakukan oleh Tim Sar Gabungan dari Basarnas, PMI, Kepolisian, dan relawan.

Empat penyelam dikerahkan untuk menyisir keberadaan korban. Hujan yang turun di lokasi kejadian turut menghambat pencarian. Akses ke lokasi juga menjadi terhambat.

Kedalaman kubangan ditaksir mencapai lima meter lebih. Akibat diguyur hujan, air kubangan menjadi keruh dan menghambat proses evakuasi korban.

"Kondisi di dasar kubangan banyak bebatuan dan lumpur. Kedalaman sekitar lima lebih," ungkap satu di antara penyelem dari Unit Kegiatan Selam (Uksa) Universitas Diponegoro, Muhammad Ramadhan.

Proses pencarian korban dihentikan pukul 20.00. Rencananya akan kembali dilanjutkan Senin (29/4/2019) esok pukul 07.00. (Jam)

Penulis: Jamal A. Nashr
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved