Buka Bimbingan Manasik Haji, Bupati Karanganyar Minta Calon Jamaah Haji Jaga Kesehatan dan Pikiran

Bupati Karanganyar, Juliyatmono minta calon jamaah haji Tahun 2019 untuk menjaga kesehatan dan pikiran sebelum menjalankan ibadah haji.

Buka Bimbingan Manasik Haji, Bupati Karanganyar Minta Calon Jamaah Haji Jaga Kesehatan dan Pikiran
TRIBUN JATENG/AGUS ISWADI
Bupati Karanganyar, Juliyatmono saat memberikan arahan dalam acara pembukaan bimbingan manasik haji Tahun 2019 di Ruang Paripurna DPRD Karanganyar, Sabtu (27/4/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Bupati Karanganyar, Juliyatmono minta calon jamaah haji Tahun 2019 untuk menjaga kesehatan dan pikiran sebelum menjalankan ibadah haji.

Pernyatan itu diungkapkan Juliyatmono saat membuka bimbingan manasik haji Tahun 2019 di Ruang Paripurna DPRD Karanganyar, Sabtu (27/4/2019).

Ketua Ikatan Pesaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Karanganyar, Abdul Muid mengatakan, bimbingan manasik haji merupakan kegiatan rutin yang dilaksnakan setiap tahunnya, dengan bekerja sama dengan Kemenag. "Kegiatan ini sebagai bekal untuk calon jamaah haji saat menjalan ibadah haji," katanya.

Sesuai jadwal yang sudah ditentukan terkait haji tahun 2019."Haji Tahun 2019 ini sesuai jadwal, kloter pertama berangkat pada 9 Juni 2019. Pelaksaan wukuf sudah ditetapkan pada 10 Agustus. Sedangkan Idhul adha 11 Agustus. Kepulangan secara keseluruhan pada 16 September," katanya.

Ia menyampaikan, ada tambahan kuota jamaah haji seluruh Indonesia sebanyak 10 ribu orang."Dari tambahan 10 ribu itu, Jateng ada tambahan 190 dan ditambah pendamping 191. Sehingga totalnya 381. Kalau itu dibagi 35, rata-rata ada tambahan kuota jamaah haji 11 orang," terangnya.

Ia mengingatkan ada dua hal yang harus diperhatikan jamaah haji ketika hendak menjalankan ibadah haji, yaitu niat yang baik dan kesehatan yang perlu disiapkan.

Sementara itu Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengatakan, dalam menjalankan ibadah haji motivasi atau nawaitu (niat) diniatkan untuk Allah SWT."Tidak untuk kepentingan lain selain karena Allah," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Juliyatmono juga meminta para jamaah haji untuk menjaga kondisi kesehatan dan pikiran. "Ampun wonten beban pikiran (Jangan ada beban pikiran), nek atine seneng kui mesti enteng (Kalau hatinya senang pasti mudah menjalani). Ibadah haji itu kalau bukan panggilan Allah itu berat," tuturnya.

Ia meminta para jamaah haji untuk mengikuti bimbingan manasik haji dengan sebaik-baiknya. "Hati digembirakan, dipapanke atine (dimantapkan hatinya). Tanya kepada pemateri apa yang belum diketahui," ungkapnya.

Mengingat bimbingan manasik haji itu menjadi tata cara bertamu kepada Allah.(*)

Penulis: Agus Iswadi
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved