Izzuddin Targetkan Planetarium dan Observatorium UIN Walisongo Semarang Rampung Oktober

ADFI yang juga sebagai Kaprodi S2 Ilmu Falak Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, Ahmad Izzuddin

Izzuddin Targetkan Planetarium dan Observatorium UIN Walisongo Semarang Rampung Oktober
ISTIMEWA
Foto bersama para pemateri seminar nasional bertemakan Urgensi Planetarium dan Observatorium di Jawa Tengah oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ilmu Falak Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo pada, Senin (22/04/2019) do Auditorium II Kampus 3 UIN Walisongo Semarang. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Ketua umum Asosiasi Dosen Falak Indonesia (ADFI) yang juga sebagai Kaprodi S2 Ilmu Falak Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, Ahmad Izzuddin mengaku optimis sebuah Planetarium dan Observatorium bakal dimiliki UIN Walisongo pada tahun ini.

Ditemui Tribun Jateng, Sabtu (27/4/2019) Izzuddin menargetkan pembangunan Planetarium dan Observatorium akan rampung pada bulan Oktober mendatang.

Berkenaan hal tersebut, pihaknya juga telah menggelar seminar nasional bertemakan Urgensi Planetarium dan Observatorium di Jawa Tengah pada beberapa waktu lalu.

"Planetarium dan Observatorium UIN Walisongo adalah terdepan dan pertama untuk perguruan tinggi negeri karena posisinya sangat strategis yang didesain untuk riset murni," ujar Izzuddin.

Sebelumnya, Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ilmu Falak Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo mengadakan acara seminar nasional dengan tema Urgensi Planetarium dan Observatorium di Jawa Tengah di Auditorium 2 Kampus 3 UIN Walisongo Semarang pada, Senin (22/04/2019).

Beberapa tokoh terkemuka seperti Prof. Thomas Djamaluddin, M.SC. sebagai Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), H. Abdul Halim Mahfudz, M.A. sebagai Direktur Maksum Research Center Jombang, Drs. H. Slamet Hambali, M. SI. Sebagai wakil ketua Lajnah Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Dr. H. Ahmad Izzuddin, M. Ag. Sebagai ketua umum Asosiasi Dosen Falak Indonesia (ADFI), dan Anisah Budiwati S. H.I., M. SI. sebagai dosen Ilmu Falak Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Dalam sambutannya, Slamet Hambali menuturkan, Planetarium yang biasa disebut sebagai bangunan berkubah setengah lingkaran bwrguna untuk memperlihatkan atau memperagakan susunan dan gerakan bintang-bintang di langit.

Lebih lanjut, Planetarium diibaratkan sebuah gedung bioskop tempat untuk menonton pertunjukan film dengan menggunakan layar lebar. Hanya saja planetarium menggunakan kubah dalam bentuk setengah lingkaran sehingga seolah-olah penonton berada di tengah-tengah bola langit.

"Sedangkan Observatorium ya bisa diartikan sebagai gedung atau bangunan yang dilengkapi alat-alat seperti teleskop, teropong bintang, dan peralatan-peralatan lainnya untuk keperluan pengamatan dan penelitian ilmiah tentang bintang-bintang dan sebagainya," jelas Slamet.

Merespon kinerja UIN, Thomas Djamaluddin selaku Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) menyampaikan bahwa UIN Walisongo yang mempunyai spesialisasi di Falak sudah saatnya untuk mempunyai fasilitas laboratorium dan edukasi.

Halaman
12
Penulis: Saiful Ma'sum
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved