Keren, Polisi Ini Ajari Anak-anak Pekalongan Beladiri Jiujitsu Asal Brasil

Aiptu Setyo Pambudi polisi anggota Polsek Tirto dari Polres Pekalongan Kota mengajari anak-anak Desa Samborejo beladiri jiujitsu

Penulis: budi susanto | Editor: abduh imanulhaq
TRIBUN JATENG/BUDI SUSANTO
Anak-anak berlatih jiujitsu yang dipimpin Aiptu Setyo Pambudi di Pantai Wonokerto Kabupaten Pekalongan, Minggu (27/4/2019) sore. 

Aiptu Setyo Pambudi polisi anggota Polsek Tirto dari Polres Pekalongan Kota mengajari anak-anak Desa Samborejo beladiri jiujitsu

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Puluhan anak-anak berbaris rapi di Pantai Wonokerto Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, mendengar instruksi pelatih.

Setelah siap mempraktikkan materi, mereka memasang kuda-kuda dan berhadapan satu sama lain.

Perintah pun terdengar, bantingan keras ke tanah serta kuncian dilakukan sejumlah murid yang mengikuti latihan jiujitsu tersebut.

Mayoritas yang mengikuti latihan jiujitsu ini adalah pelajar SD.

Muhammad Sauki (8) mengaku mempelajari beladiri jiu jitsu agar bisa menjadi atlet.

"Kalau besar ingin manjadi atlet jiu jitsu. Juga bisa menjaga diri kalau ada penjahat yang menggangu," jelasnya, Minggu (27/4/2019) sore.

Walau partner Saiki dalam latihan berpostur lebih besar, dia terlihat sangat mudah menjatuhkannya ke tanah.

"Karena saya mendengarkan instruksi pelatih. Jadi mudah menjatuhkan lawan yang lebih besar serta menguncinya," paparnya.

Sang pelatih yang juga anggota Polsek Tirto dari Polres Pekalongan Kota, Aiptu Setyo Pambudi, menuturkan selaku abdi negara hanya ilmu yang bisa diberikan kepada anak-anak di desa binaannya.

Dia juga menjadi Bhabinkamtibmas di Desa Samborejo, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, 

"Hanya ilmu tentang beladiri jiu itsu yang bisa kami ajarkan ke anak-anak di Desa Samborejo. Anak-anak juga antusias mengikuti latihan bersama yang sudah berjalan hampir satu tahun ini," jelasnya.

Aiptu Setyo menambahkan, anak didiknya mayoritas pelajar namun sudah menorehkan prestasi di tingkat internasional.

"Alhamdulillah kami sudah mendapatkan 1 perunggu dan 7 perak dalam ajang Jiu Jitsu Internasional di Karawang Jawa Barat, beberapa waktu lalu. Tujuan kami hanya ingin mengembangkan bakat anak-anak di dunia beladiri jiu jitsu yang masih baru di Indonesia, karena baru diakui KONI pada 2017 lalu," tambahnya.

Jiu jitsu berakar dari Jepang tapi dikembangkan di Brasil.

Aliran beladiri ini berfokus pada pertarungan bawah seperti teknik menjatuhkan lawan, kuncian, dan cekikan.

Filosofi yang dipegang oleh beladiri ini adalah bagaimana lawan yang lebih kecil, lebih lemah, dan lebih lambat dapat menghadapi lawan yang besar dan kuat.

Oleh sebab itu jiu jitsu berguna untuk mempertahankan diri dari segala bentuk kejahatan.(*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved