Inovasi Dinkes Kota Semarang, Mesin Pencatat Kesehatan Masyarakat di Tiap Kelurahan

Inovasi Dinas Kesehatan Kota Semarang untuk mengoptimalkan kesehatan masyarakat terus dilakukan.

Inovasi Dinkes Kota Semarang, Mesin Pencatat Kesehatan Masyarakat di Tiap Kelurahan
TRIBUN JATENG/AKBAR HARI MUKTI
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi dan Kepala Dinkes Widoyono saat launching aplikasi Dinkes Kota Semarang di Hotel Pessona, Semarang, Senin (29/4/2019). Tribun jateng/akbar hari mukti 

"Prototipe tahun ini jadi. 2020 pelaksanaan," ungkapnya.

Menurutnya hal tersebut juga dapat meningkatkan tingkat kunjungan di puskesmas di Kota Semarang.

Meski begitu ia menjelaskan saat ini tingkat keterkunjungan puskesmas di Semarang cukup baik, yakni 150-200 orang per hari rata-rata per puskesmas.

"Jumlah puskesmas di Semarang ada 37.

Kita harapkan di masa depan orang sakit langsung berobat saja tak perlu takut," ungkap dia.

Adapun sejumlah aplikasi yang dilaunching di antaranya Asik (aplikasi kesehatan usia produktif), sistem informasi penilaian kinerja puskesmas, hingga sistem kesehatan masyarakat dan penyehatan lingkungan.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menilai dengan adanya aplikasi tersebut bisa menambah kemajuan layanan kesehatan khususnya di Kota Semarang.

Apabila warganya sehat, maka menurutnya kotanya akan semakin maju.

"Kita terus dorong Dinkes terus bertransformasi memberikan layanan kesehatan untuk warganya," kata Hendi. (Ahm)

Penulis: akbar hari mukti
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved