JPU Kejari Temanggung Tunda Pembacaan Tuntutan Kasus Korupsi Dana Nasabah PD BKK Pringsurat

Sidang lanjutan korupsi lenyapnya dana nasabah PD BKK Pringsurat di pengadilan Tipikor Semarang kembali ditunda, Senin (29/4).

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Sidang lanjutan korupsi lenyapnya dana nasabah PD BKK Pringsurat di pengadilan Tipikor Semarang kembali ditunda, Senin (29/4).

Kasus penyelewengan dana nasabah sekitar Rp 114 Milyar yang menjerat mantan Direktur Utama Suharno, dan mantan Direktur Riyanto memasuki tahap tuntutan.

Kasi Pidus Kejari Temanggung, Sabrul Iman mengatakan penundaan rencana tuntutan (rentut) dikarenakan harus cermat dalam menentukan hukuman, uang pengganti, dan barang bukti.

Hal tersebut harus diidentifikasi secara berjenjang, dan butuh waktu.

"Kami identifikasi dulu di Temanggung, setelah klop diekspos dilaporkan ke Kejaksaan Tinggi, kemudian dari Kejaksaan Tinggi dilaporkan lagi ke Kejaksaan Agung.

Setelah klop baru kami ekpos (tuntutannya)," jelas dia.

Menurut dia, kerugian Rp 5 milyar kebawah ditangani Kejari, Rp 25 milyar ditangani oleh Kejati, dan Rp 25 miliar ditangani oleh Kejagung.

Oleh sebab itu penanganan kasus penyelewengan dana nasabah PD BKK Pringsurat Temanggung sekitar Rp 114 Miliar harus dilakukan secara berjenjang.

"Penundaan Rentut sudah terjadi dua kali.

Tidak ada batasan dalam penyusunan rentut yang perlu diperhatikan adalah masa penahanan," tuturnya.

Halaman
12
Penulis: rahdyan trijoko pamungkas
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved