Kenapa Truk Hindari Pantura Batang-Pekalongan dan Tol Pejagan-Pemalang? Jembatan Timbangkah?

Terbentang dari ujung barat hingga timur Pulau Jawa telah tersambung tol. Dari Jakarta hingga Semarang, tol berada di daerah Pantura

Kenapa Truk Hindari Pantura Batang-Pekalongan dan Tol Pejagan-Pemalang? Jembatan Timbangkah?
Tribun Jateng/ Budi Susanto
Sejumlah truk keluar dari Interchange Pekalongan Jalan Tol Trans Jawa, Selasa (19/2/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, BREBES -- Terbentang dari ujung barat hingga timur Pulau Jawa telah tersambung tol.

Dari Jakarta hingga Semarang, tol berada di daerah Pantura, kemudian dari Semarang belok ke Bawen, lanjut Salatiga, Boyolali dan terus ke Solo lewat jalur tengah Pulau Jawa tembus ke Jawa Timur.

Sedangkan tol dari Bawen ke Yogjakarta, tol dari Semarang ke Demak, serta tol dari Solo ke Jogja masih dalam proses pembahasan maupun pembebasan lahan.

Berdasar penelusuran Tribun Jateng, ada fakta bahwa sebagian truk dan kendaraan angkutan barang, masih memilih melintas jalur pantura non-tol dibanding jalan tol.

UPDATE: Viral Video Emak-emak Jatuh Tertimpa Palang Pintu Perlintasan Kereta, Ternyata di Mranggen Demak

Hal itu diakui oleh banyak sopir maupun pengelola jalan tol itu sendiri.

Sopir punya alasan tertentu kenapa tidak lewat jalan tol.

Pengelola jalan tol ruas Pejagan-Pemalang mengaku ada penurunan okupansi, terutama untuk kendaraan berat atau truk.

Saat pertama kali dioperasionalkan, tol tersebut menjadi magnet untuk pengguna agar perjalanan lebih cepat dan untuk menghindari macet di jalan arteri pantura.

Namun, lantaran tarif yang dinilai mahal, kendaraan yang masuk tol berkurang, terutama untuk kendaraan berat.

Halaman
1234
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved