Mantan Kades Gondang Pemalang Didakwa Telah Melakukan Penyalahgunaan Sumber Dana Pembangunan Desa

Mantan Kepala Desa (Kades) Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang Rahmat Sari alias Robet jalani sidang perdana di Pengadilan Tipikor Semarang

Mantan Kades Gondang Pemalang Didakwa Telah Melakukan Penyalahgunaan Sumber Dana Pembangunan Desa
TRIBUN JATENG/RAHDYAN TRIJOKO PAMUNGKAS
Terdakwa sekaligus mantan Kades Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang Rahmat Sari alias Robet tinggalkan kursi pesakitan setelah mendengarkan dakwaan Jaksa Penuntut Umum 

Laporan Wartawan Tribun Jateng Rahdyan Trijoko Pamungkas
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Mantan Kepala Desa (Kades) Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang Rahmat Sari alias Robet jalani sidang perdana di Pengadilan Tipikor Semarang, Senin (29/4).

Robet diseret ke meja hijau karena diduga telah menyalahgunakan sumber dana pembangunan pemerintah desa dalam bentuk pendapatan asli desa (PA), dana desa (DD), alokasi dana desa (ADD), bantuan provinsi, dan pendapatan lain-lain.

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut umum Haris Fadillah Harahap menyebutkan, tahun 2013 terdakwa Robet selaku kepala desa telah menyewakan petak kios blok timur pasar Esa Gondang kepada 21 orang dalam jangka waktu 25 tahun.

Harga sewa yang dipatok bervariasi mulai dari Rp 10 juta sampai dengan Rp 15 juta.

"Total seluruh uang hasil penyewaan petak kios pasar desa Gondang sebesar Rp 230 juta," ujarnya.

Selain itu, Robet juga melakukan perjanjian sewa atas pengelolaan retribusi pasar desa dengan Sutrisno sebesar Rp 72 setiap tahunnya. Perjanjian sewa pengelolaan retribusi pasar desa dilakukan selama tiga tahun dengan nominal Rp 216 juta.

"Namun pada kenyataannya uang yang dibayar dan diterimanya sebesar 213 Juta," jelasnya.

Terkait Bondo Desa, terdakwa juga menyewakan tanah kas desa i blok blok Sigelap seluas 1.450 Hektar Are (HA), dan tanah bengkok eks Sekertaris Desa seluas 3 Hektar Are (HA),dan dua bidang tanah pendidikan di desa Gondang.

"Blok Sigelap disewakan selama dua tahun sebesar Rp 31, 9 juta, tanah eks sekdes selama tiga tahun sebesar Rp 100 juta, dan dua bidang tanah desa pendidikan masing- masing Rp 57 juta, serta Rp 20 juta," terangnya.

Lanjutnya, sejumlah temuan yang dilakukan inspektorat Kabupaten Pemalang 9 Juli 2018 diakhir masa jabatan terdakwa yakni hasil sewa pengelolaan Pasar Desa Gondang sebesar Rp 213 juta tidak disetorkan kas desa, penyertaan modal BUMDes dari Dana Desa (DD) tahun 2017 sebesar Rp 100 juta digunakan secara pribadi, belum ada pertanggung jawaban dari hasil pengelolaan tanah dana pendidikan tahun 2018 sebesar Rp 57 juta.

Selain itu pengelolaan tanah desa tidak melalui mekanisme yang benar.

"Bahwa perbuatan terdakwa selaku kepala Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang telah melakukan penyimpangan tidak menyetorkan penerimaan dan pendapatan pemerintah desa Gondang ke dalam rekening kas desa melaikan digunakan pribadi sebesar Rp 518.621.835," paparnya.

JPU mengatakan terdakwa dijerat dengan dakwaan subsideritas yakni pasal 2 ayat 1, pasal 18 ayat 1 huruf a dan huruf b UU Nomor 20 tahun 2001 Jo pasal 64 ayat 1 KUHP sebagai dakwaan primer.

Selain itu terdakwa juga dijerat pasal 3 Jo pasal 18 ayat 1 huruf a an b UU Nomor 20 tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi jo pasal 64 ayat 1 KUHP sebagai dakwaan subsider.

Mendengar dakwaan JPU, terdakwa Robet melalui penasehat hukumnya tidak mengajukan keberatannya. Terdakwa lebih memilih untuk melanjutkan ke pemeriksaan saksi.(*)

Penulis: rahdyan trijoko pamungkas
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved