Operasi Keselamatan Candi 2019, Personel Satlantas Polres Salatiga Kedepankan Aksi Simpatik

Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Salatiga selama dua Minggu kedepan bakal menggelar operasi bagi pengguna jalan yang melanggar.

Operasi Keselamatan Candi 2019, Personel Satlantas Polres Salatiga Kedepankan Aksi Simpatik
TRIBUNJATENG.COM/M NAFIUL HARIS
Kapolres Salatiga AKBP Gatot Hendro Hartono menyaksikan pemasangkan pita tanda operasi gabungan dalam apel keselamatan lalulintas candi 2019 di Lapangan Bhayangkara Polres Salatiga, Senin (29/4/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Nafiul Haris

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Salatiga selama dua Minggu kedepan bakal menggelar operasi bagi pengguna jalan yang melanggar.

Kapolres Salatiga AKBP Gatot Hendro Hartono mengatakan angka kecelakaan di Kota Hati Beriman terjadi kenaikan hanya saja tidak terlampau tinggi.

"Rata-rata korban meninggal dunia dijalan raya berusia 25-30 tahun. Kebanyakan di Salatiga hanya mengalami luka-luka," terangnya kepada Tribunjateng.com, seusai Apel Operasi Keselamatan Lalu Lintas Candi 2019, di Lapangan Bhayangkara  Polres Salatiga, Senin (29/4/2019).

Menurut AKBP Gatot terhadap beberapa pelanggar lalulintas personil lantas diharap mengedepankan sikap simpatik serta memberikan edukasi akan bahaya berkendara tidak langsung memberikan surat tilang.

Dikatakan Kapolres tetapi jika kategori pelanggar tergolong berat seperti menggunakan handphone atau dalam kondisi mabuk ia mengharap ditindak tegas petugas lantas.

"Saya minta para warga pengguna jalan juga tertib dengan melengkapi surat-surat sebelum bepergian. Menggunakan pelindung kepala atau helm serta berpakaian aman seperti berjaket dan mematuhi rambu jalan," katanya

Kasatlantas Polres Salatiga AKP Marlin Supu Payu menyampaikan operasi lalulintas  candi 2019 akan berlangsung mulai hari ini Senin (29/4/2019) sampai 12 Mei 2019.

Pada operasi kali ini dilibatkan sebanyak 70 orang personil gabungan baik dari Kasatlantas maupun Dinas Perhubungan.

Marlin menyebutkan beberapa pelanggar yang menjadi sasaran dalam operasi nanti ialah mereka terbiasa melawan arus, tidak mengenakan helm, dan menggunakan handphone saat berkendara.

"Bagi masyarakat saat beraktivitas juga saya minta tidak menggunakan bak terbuka, karena itu bukan angkutan orang melainkan barang atau hewan," jelasnya (ris)

Penulis: M Nafiul Haris
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved