Pedagang Mpu Tantular Semarang Bersedia Pindah Usai Lebaran

Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang merencanakan pemindahan pedagang di sepanjang Jalan Mpu Tantular ke Blok C Kanjengan usai Pemilu 2019 ini

Pedagang Mpu Tantular Semarang Bersedia Pindah Usai Lebaran
TRIBUN JATENG/EKA YULIANTI FAJLIN
Sejumlah pedagang masih menempati Jalan Mpu Tantular, Senin (29/4/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang merencanakan pemindahan pedagang di sepanjang Jalan Mpu Tantular ke Blok C Kanjengan usai Pemilu 2019 ini.

Hal ini mengingat Jalan Mpu Tantular bakal dilakukan revitalisasi pembangunan Kota Lama.

Rencana tersebut pun mendapat penolakan dari para pedagang. Para pedagang meminta Pemkot menunda waktu pindah mereka.

Pedagang figura di Jalan Mpu Tantular, Abdulah mengatakan, pihaknya enggan pindah dalam waktu dekat ini. Pasalnya, menjelang puasa dan lebaran adalah waktu bagi para pedagang untuk meraup keuntungan sebanyak-banyaknya.

"Wayah-wayah setelah Pemilu ini nanti bakal ramai soalnya menjelang puasa dan lebaran. Waktunya para pedagang mremo. Kalau kami harus pindah kami harus babad alas dulu, adaptasi dari awal," ungkap Abdulah.

Dikatakannya, para pedagang siap pindah dua pekan usai lebaran yakni sekitar tanggal 22 Juni 2019. Saat ini jumlah los yang ada di Blok C kanjengan belum mencukupi untuk menampung keseluruhan pedagang.

Abdulah membeberkan, jumlah pedagang sebanyak 495 pedagang sedangkan jumlah kios yang tersedia baru sekitar 400an. Sehingga jumlahnya kurang sekitar 90 kios. Dia berharap, pemerintah mempersiapkan kekurangan tersebut agar pedagang bisa pindah bersamaan usai lebaran.

"Kalau pindah sekarang belum mencukupi. Kasihan nanti yang belum mendapatkan lapak. Oleh karena itu kami minta Pemkot memyediakan terlebih dahulu," pintanya.

Terkait dengan lapak yang berada di Blok C Kanjengan, Abdulah mengatakan ukurannya tidak jauh berbeda dengan lapak yang berada di Jalan Mpu Tantular yakni sekitar 1x1,5 untuk pedagang buah-buahan dan 2x2 untuk pedagang fashion.

Menurutnya, ukuran itu sudah cukup dapat menampung barang dagangan. Hanya saja, atapnya perlu diperlebar agar barang dagangannya tidak basah ketika hujan turun.

Halaman
12
Penulis: Eka Yulianti Fajlin
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved