Polres Temanggung Siagakan 65 Personel Selama Operasi Simpatik Keselamatan Candi 2019

Polres Temanggung menyiagakan 65 personel untuk Operasi Simpatik Keselamatan Candi 2019.

Polres Temanggung Siagakan 65 Personel Selama Operasi Simpatik Keselamatan Candi 2019
TRIBUN JATENG/YAYAN ISRO ROZIKI
Kapolres Temanggung AKBP Wiyono Eko Prasetyo memimpin apel pasukan Operasi Simpatik Keselamatan Candi 2019 di halaman Mapolres setempat, Senin (29/4/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, TEMANGGUNG - ‎Polres Temanggung menyiagakan 65 personel, --serta akan dibackup beberapa kekuatan dari instansi samping stakeholder terkait--, untuk Operasi Simpatik Keselamatan Candi 2019.

Operasi ini akan digelar selama 14 hari, efektif mulai 29 April-12 Mei 2019.

Kapolres Temanggung AKBP Wiyono Eko Prasetyo mengatakan, ‎operasi ini digelar guna cipta kondisi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) pascapemungutan suara pemilihan presiden (Pilpres) dan pemilihan legislatif (Pileg) 2019.

"Operasi selama 14 ini‎, dalam menciptakan kelancaran, keselamatan dan ketertiban di jalan raya. Sehingga nanti pada saat Operasi Ketupat, cipta kondisinya sudah berhasil," ujarnya, usai apel gelar pasukan di halaman Mapolres setempat.

Menurut dia, untuk mencapai hal itu, operasi penertiban dilakukan jauh-jauh hari sebelum memasuki arus mudik-arus balik Idul Fitri 2019.

"Harapannya, saat ini memasuki libur hari raya masyarakat sudah teredukasi, sudah terbiasa tertib berlalulintas, sehingga angka kecelakaan bisa ditekan seminimal mungkin," ucapnya.

Dituturkan lebih lanjut, sasaran dari operasi ini adalah pelanggaran lalu lintas di jalan raya.

Antara lain melawan arus, tak menggunakan helm maupun safety belt, berkendara sembaru gunakan ponsel, pengendara di bawah umur, dan lainnya.

"Sambil mobile, kami juga gelar razia di titik-titik rawan kecelakaan juga rawan pelanggaran lalu lintas," katanya.

Beberapa titik operasi, disebutkannya, antara lain jembatan Kali Progo di Kecamatan Kranggan dan Jembatan Simpang Galeh di Kecamatan Parakan.

Menurutnya, dua jembatan itu hampir rampung 100 persen dan segera dioperasionalkan.

"Kami bakal edukasi masyarakat terkait jalurnya, termasuk soal parkirnya, dan lain-lain. Sehingga, nanti saat mendekati perayaan hari raya Idul Fitri, masyarakat sudah paham‎," tuturnya.

Menurut Kapolres, selain penegakan hukum berupa pemberian bukti pelanggaran (tilang), operasi ini juga menekankan edukasi terhadap masyarakat dan pengendara kendaraan bermotor.

"Tidak murni penindakan hukum, kami berikan edukasi juga kepada masyarakat," urainya. (Yayan Isro' Roziki)‎

Penulis: yayan isro roziki
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved