Pagi Ini, Transit Point BRT Dialihkan ke Pandanaran

Kepala Badan Layanan Umum (BLU) BRT Trans Semarang Ade Bhakti Ariawan memastikan, bus rapid transit (BRT) tak akan melintas di Jalan Pemuda

Pagi Ini, Transit Point BRT Dialihkan ke Pandanaran
hesty imaniar
Shelter BRT Bandara 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kepala Badan Layanan Umum (BLU) BRT Trans Semarang Ade Bhakti Ariawan memastikan, bus rapid transit (BRT) tak akan melintas di Jalan Pemuda Kota Semarang, pagi ini (30/4). Shelter transit atau transit point yang semula ada di dekat Balai Kota akan dipindah ke shelter dekat Hotel Pandanaran.

Ade mengatakan, pengalihan jalur BRT ini hanya berlangsung saat digelarnya gladi bersih joged bareng Goyang Semarangan mulai pukul 08.00 hingga selesai. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian HUT ke-472 Kota Semarang.

"Kami telah menginformasikan juga pengalihan jalur BRT Trans Semarang pada Selasa, 30 April 2019, di Instagram @transsemarang. Pengalihan jalur ini sehubungan dengan gladi bersih joged bareng Tari Goyang Semarangan agar tetap lancar," kata Ade di Semarang, Senin (29/4).

Menurutnya, BRT yang jalurnya dialihkan yaitu Koridor 1 jurusan Penggaron–Mangkang, Koridor 2 jurusan Padi Raya–Sisemut, Koridor 3 jurusan Pelabuhan–Elizabeth, dan Koridor 4 jurusan Stasiun Tawang–Terminal Cangkiran. Juga, Koridor 5 jurusan Meteseh–Bandara Ahmad Yani, dan Koridor 7 jurusan Genuk–USM–Balaikota.

"Masyarakat tidak perlu khawatir, kami tetap melayani. Jika masih bingung terkait transit pointnya, bisa ditanyakan kepada petugas kami," imbaunya.

Tidak hanya hari ini, Ade mengatakan, pengalihan jalur BRT enam koridor itu juga akan dilakukan pada puncak perayaan HUT Kota Semarang pada Kamis (2/5). Pada hari itu, pengalihan jalur BRT dilakukan mulai pukul 06.00 hingga acara selesai.

Sebelumnya, Kabag Humas dan Protokol Setda Kota Semarang Wing Wiyarso mengatakan, PemkotSemarang menggelar Joged Bareng Tari Semarangan yang diikuti 14 ribu penari dalam perayaan Hari Ulang Tahun ke-472 Kota Semarang, Kamis. Joged bareng di Jalan Pemuda ini akan dicatatkan di Museum Rekor Indonesia (Muri) sebagai joged bareng Tari Semarangan dengan peserta terbanyak.

Wing Wiyarso mengatakan, kegiatan tersebut akan diikuti aparatur sipil negara (ASN) dan non-ASN di lingkungan Pemkot Semarang, TNI, Polri, pegawai perbankan, pelajar, organisasi masyarakat, bahkan sosialita.

"Mereka akan menari diiringi musik Goyang Semarangan," jelasnya dalam rilis yang diterima Tribun Jateng, Jumat (26/4).

Untuk kelancaran acara ini, Dinas Perhubungan Kota Semarang berencana menutup ruas Jalan Pemuda, mulai Lawang Sewu hingga depan Mal Paragon. Penutupan dilakukan dua kali, Selasa (30/4) dan Kamis (2/5).

Pada Selasa, penutupan ruas jalan dilakukan pukul 08.00-09.00 untuk kegiatan gladi bersih. Sementara Kamis, penutupan ruas jalan berlangsung pukul 06.00-09.00.

"Kami mengimbau warga menghindari Jalan Pemuda pada hari dan jam tersebut. Khusus pengguna jalan dari arah Johar menuju Tugu Muda, akan dialihkan melalui Jalan MH Thamrin untuk selanjutnya melalui Jalan Pandanaran," katanya.

Sementara, bagi warga maupun peserta kegiatan, pihaknya telah menyediakan kantong-kantong parkir di sejumlah lokasi, di antaranya di Jalan Batan Miroto, basement Pasar Bulu, Udinus, Wisma Perdamaian, DP Mall dan kantor pemerintahan terdekat. (eyf)

Penulis: Eka Yulianti Fajlin
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved