Ada Kejanggalan di TPS 6 dan 7 Kembangarum, Bawaslu Kota Semarang Minta Pemungutan Suara Lanjutan

Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kecamatan Semarang Barat menemukan kejanggalan pada tempat pemungutan suara (TPS) 6 dan 7, Kelurahan Kembangarum

Ada Kejanggalan di TPS 6 dan 7 Kembangarum, Bawaslu Kota Semarang Minta Pemungutan Suara Lanjutan
IST
Bawaslu Kota Semarang melakukan Sidang Acara Cepat, Selasa (30/4/2019) malam. istimewa 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kecamatan Semarang Barat menemukan kejanggalan pada tempat pemungutan suara (TPS) 6 dan 7, Kelurahan Kembangarum, Kecamatan Semarang Barat pada saat pembacaan rekap perolehan suara tingkat kecamatan beberapa waktu lalu.

"Temuan di TPS 6 dan 7 Kelurahan Kembangarum, dokumen C1 Hologram dan salinan C1 terdapat kejanggalan antara pengguna hak pilih dengan pengguna surat suara.

Upaya membuka C1 Plano sampai dengan hitung ulang surat suara telah dilakukan," terang Ketua Panwaslu Kecamatan Semarang Barat, Dwi Budiyono, Rabu (1/5/2019).

Dia menerangkan, dugaan awal temuan itu adanya pemilih yang tidak mendapatkan surat suara DPD dan surat suara DPRD Kota Semarang di TPS 6 Kembangarum dan pemilih yang tidak mendapatkan surat suara DPD di TPS 7 Kembangarum.

"Awalnya ada kejanggalan sehingga kami meminta dihentikan rekap tersebut dan kami melaporkan pada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Semarang," katanya.

Koordiv Penindakan Bawaslu Kota Semarang, Naya Amin Zaini mengatakan, pihaknya telah menggelar sidang acara cepat pada Selasa (30/4/2019) malam dan memutus pelanggaran administrasi pemilu yang dilakukan oleh panitia pemilihan kecamatan (PPK) Semarang Barat.

Dikaatakan Naya, temuan Panwaslu Kecamatan Semarang Barat terdapat 158 pemilih yang masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT) pada TPS 7 Kembangarum tidak mendapatkan surat suara secara lengkap.

Sedangkan pada TPS 6 Kembangarum, pengguna hak pilih sebanyak 258, namun surat suara DPD hanya sebanyak 218.

Tak hanya itu, selisih suara juga terjadi pada surat suara DPRD Kota. Jumlah pengguna hak pilih sebanyak 258, namun hanya ada 238 suara DPRD Kota.

"Sehingga, di TPS 6 Kembangarum terdapat selisih 40 suara untuk DPD dan selisih 20 suara untuk DPRD kota.

Karena sempitnya waktu kami melakukan Sidang Acara Cepat dengan majelis pemeriksa, saya dan pemeriksa 2 pada tanggal 30 April 2019 kemarin," terangnya.

Dia menyatakan, pihaknya segera memproses temuan tersebut sebab telah memenuhi syarat formil dan materiil.

Berdasarkan ketentuan pasal 25 ayat (6) dan ayat (7) Peraturan Bawaslu Nomor 8 Tahun 2018 tentang Penyelesaian Pelanggaran Administratif Pemilu, sidang diputuskan dengan memerintahkan kepada PPK Semarang Barat untuk melakukan usulan kepada KPU Kota Semarang terkait pelaksanaan pemungutan suara lanjutan di TPS tersebut.

Adapun pelaksanaan Pemungutan lanjutan, penghitungan, dan rekapitulasi sesuai Keputusan KPU Kota Semarang, dilaksanakan pada tanggal 2 Mei 2019 di dua TPS Kelurahan Kembangarum Semarang Barat.

"Kami berharap Pemilu lanjutan menjadi bagian dari proses demokrasi yang sudah berjalan dengan baik sesuai asas luber jurdil dan bermartabat," katanya. (eyf)

Penulis: Eka Yulianti Fajlin
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved