Ngopi Pagi

FOKUS : My Stupid Boss dan May Day

Wajah Diana tampak sumringah karena akan melakukan interview (wawancara) pekerjaan. Diana yang diperankan Bunga Citra Lestari ini.

FOKUS : My Stupid Boss dan May Day
tribunjateng/cetak/grafis bram kusuma
Suharno Wartawan Tribun Jateng 

Oleh Suharno

Wartawan Tribun Jateng

Wajah Diana tampak sumringah karena akan melakukan interview (wawancara) pekerjaan. Diana yang diperankan Bunga Citra Lestari ini melakukan interview di perusahaan rekan suaminya, perusahaan Malaysia Sinar Berjaya.

Setelah berada di kantor, Diana terkejut karena pengacara perusahaan tersebut, memecat dirinya sendiri.

Namun karena sang Bossman (Reza Rahardian) adalah rekan suaminya, Diana akhirnya sepakat mengambil jabatan kepala administrasi pegawai atau dalam bahasa Malaysia dikenal dengan istilah kerani sebagai pekerjaan barunya.

Film komedi garapan Upi Avianto berjudul 'My Stupid Boss' yang tayang tahun 2016 ini mengkisahkan problematika sebuah perusahaan pimpin bos yang seenaknya sendiri. Perusahaan pimpinan Bossman ini tidak memiliki sistem dan aturan yang jelas karena ulah Bossman si biang kerok. Prinsipnya cuma "impossible we do, miracle we try".

Suatu ketika, Diana ditelepon sang Bossman pukul 02.00 dini hari, cuma untuk menyampaikan akan ada rapat pukul 09.00. Ketika semua sudah berkumpul di ruang rapat pukul 09.00, eh Bossman malah datang pukul 11.00. Ketika rapat, Bossman cuma mau ngomong dia bermimpi malam itu untuk menciptakan pabrik yang besar.

Dalam sebuah perusahaan memang harus memiliki sistem dan aturan yang jelas. Hal tersebut yang mendasari munculnya hari buruh se-dunia atau May Day yang berawal dari protes para pekerja di Amerika Serikat lantaran mereka harus bekerja 13 jam sehari. Mereka menuntut diberlakukannya 8 jam kerja hingga kesejahteraan yang layak.

Tanggal 1 Mei 1886, 400.000 buruh di Amerika Serikat melakukan aksi demontrasi selama empat hari. Kerusuhan yang dikenal dengan Tragedi Haymarket akhirnya terjadi yang membuat ratusan buruh tewas dan sejumlah tokoh penggerak aksi ditangkap. Setelah tragedi itu, Kongres Sosialis Dunia, bulan Juli 1889 di Paris merespon kejadian ini dan menetapkan 1 Mei sebagai Hari Buruh se-Dunia atau May Day.

Di Indonesia, sempat dilarang saat Orde Baru, perayaan May Day akhirnya kembali digelar pasca reformasi. Negeri ini telah merayakan Hari Buruh sejak zaman kolonial Belanda. Tahun 2014, pemerintah akhirnya memutuskan setiap tanggal 1 Mei dijadikan hari libur nasional untuk merayakan May Day.

Di tahun 2019 ini, sebelum perayaan May Day, Presiden Joko Widodo telah memanggil para pemimpin serikat kerja. Jokowi menyetujui tentang revisi Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 Tentang Pengupahan. Jokowi berharap revisi nanti tidak hanya menguntungkan para buruh tetapi juga mengakomodir kepentingan perusahaan.

Jokowi juga menyatakan jika karyawan produktif kemudian produksi perusahaan semakin berkembang pesat, diharapkan perusahaan juga dapat memberikan imbal balik dengan kenaikan upah atau bonus bagi buruh. Hal tersebut yang harus diatur dalam peraturan yang jelas sehingga jangan sampai ada masyarakat yang mengeluh lantaran hampir seluruh kebutuhan pokok seperti sembako, peralatan mandi yang naik per item, tetapi kenaikan upah hanya naik tidak lebih dari Rp 100 ribu. (*)

Penulis: suharno
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved