Hotel Quest Semarang Adakan Talkshow Bahas Kain Batik Untuk Milenial

Memperingati Hari Kartini, Hotel Quest Semarang mengundang Devy Ros, seorang perancang busana dan Maya Kusuma Devi, ketua sekaligus pendiri

Hotel Quest Semarang Adakan Talkshow Bahas Kain Batik Untuk Milenial
IST
Maya (kebaya putih) dan Devy Ros (baju hitam), sedang menjelaskan batik Semarangan yang ditemukan di Lampung, Sumatera. Mereka juga mengajarkan menggunakan kain batik dengan mudah dan praktis kepada para peserta talkshow. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Memperingati Hari Kartini, Hotel Quest Semarang mengundang Devy Ros, seorang perancang busana dan Maya Kusuma Devi, ketua sekaligus pendiri Komunitas Diajeng Semarang untuk menjadi narasumber dalam acara Talkshow dan Sharing Session.

"Tema yang dibawakan dalam acara tersebut yakni Peran Wanita dalam Eksistensi Batik di Era Milenial. Kegiatan diadakan Selasa (30/4)," ucap Wahyu Setyo Budiwan, General Manager Hotel Quest Semarang.

Acara yang digelar di Lobby Area hotel yang beralamatkan di Jalan Plampitan No. 37 – 39 Semarang ini dihadiri oleh puluhan peserta yang terdiri dari karyawati dan komunitas.

"Dalam talkshow yang berlangsung dari jam 10.00 WIB ini, dibahas bagaimana kedua wanita inspiratif ini menjadi sosok panutan dan berkarir dibidangnya masing-masing," imbuhnya.

Devy Ros bahkan menjelaskan bagaimana saat kecil dia menyukai orat-oret ditembok rumah yang sekarang dia sadari merupakan anugerah sehingga bisa menjadi fashion designer seperti sekarang ini yang cukup diperhitungkan.

"Beda lagi dengan ibu Maya yang passion-nya datang dari panggilan hati. Memiliki tujuan untuk mengajak wanita-wanita untuk kenal dan cinta akan busana tradisional seperti kebaya dan batik," ungkap Wahyu.

Devy Ros berbagi cerita menjadi seorang fashion designer harus bisa multitasking karena bagaimanapun sebagai seorang wanita ada kewajiban terhadap keluarga yang harus dilaksanakan.

Namun itu bukan menjadi halangan untuk berkarya tetapi bisa menjadi penyemangat. Dirinya juga menambahkan kalau penggunaan platform digital seperti media sosial sangat berpengaruh terhadap perkembangan bisnis fashion design yang dijalani.

"Sedangkan Maya mengingatkan untuk selalu menjaga warisan budaya apalagi kepada generasi milenial saat ini. Karena kita memiliki kekayaan budaya yang luar biasa. Contohnya adalah batik yang memiliki ciri khas dan cerita tersendiri di setiap daerahnya," paparnya.

Bahkan dalam talkshow ini, Maya sengaja membawa batik asli Semarangan yang langka untuk ditunjukkan kepada peserta.

Halaman
12
Penulis: faisal affan
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved