Dua Hari Pleno KPU Kabupaten Tegal Hanya Baru Selesaikan Tujuh Kecamatan, Ternyata Ini Penyebabnya

Rapat Pleno Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara Pemilu 2019 Tingkat Kabupaten Tegal berlangsung alot.

Penulis: Akhtur Gumilang | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/AKHTUR GUMILANG
Suasana Rapat Pleno Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara Pemilu 2019 Tingkat Kabupaten Tegal di Pendopo Amangkurat, Kantor Pemkab Tegal, Kamis (2/5/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Rapat Pleno Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara Pemilu 2019 Tingkat Kabupaten Tegal berlangsung alot.

Pleno rakapitulasi tersebut telah dijadwalkan Rabu (1/5/2019) hingga Kamis (2/5/2019) di Pendopo Amangkurat, Kantor Pemkab Tegal.

Dua hari tersebut dipergunakan untuk membahas hasil penghitungan perolehan suara di 18 kecamatan di Kabupaten Tegal.

Namun hingga Kamis (2/5/2019) pukul 16.00, rapat pleno tersebut hanya baru merampungkan tujuh kecamatan.

Bahkan, rapat pleno pada Rabu (1/5/2019), hari pertama berlangsung hingga Kamis (2/5/2019) dini hari atau sekitar pukul 01.00.

"Hari pertama sampai pukul 01.00 untuk membahas membahas empat kecamatan. Lalu sekarang baru tujuh (7)," kata saksi yang bertugas malam, Imron (29), kepada Tribunjateng.com, Kamis (2/5/2019).

Dari pantauan Tribunjateng.com, adapun tujuh kecamatan yang telah direkap yakni Kecamatan Margasari, Bumijawa, Bojong, Balapulang, Pagerbarang, Lebaksiu, dan Jatinegara.

Ketua Bawaslu Kabupaten Tegal, Ikbal Faizal menyebut, alotnya rapat pleno dikarenakan adanya perbedaan formulir DA (Hasil Penghitungan Perolehan Suara Tingkat Kecamatan) antara KPU, saksi, dan Bawaslu.

"Banyak form DA yang tidak sesuai antara form DA milik para saksi, Bawaslu, dan KPU sehingga berjalan sangat alot. Kemungkinan, rapat pleno ini diperpanjang sampai Jumat (3/5/2019)," terang Ikbal. (Akhtur Gumilang)

Sumber: Tribun Jateng
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved