Festival Pekerja Rumahan di Wisma Perdamaian Semarang, Penghormatan Kasus Pekerja Ara Shoes

Festival Pekerja Rumahan merupakan bentuk penghormatan atas usaha memenangkan kasus, Giyati dan Osi Ossela yang bekerja untuk perusahaan Ara Shoes.

Festival Pekerja Rumahan di Wisma Perdamaian Semarang, Penghormatan Kasus Pekerja Ara Shoes
TRIBUN JATENG/MOCH SAIFUDIN
Festival Pekerja Rumahan di Wisma Perdamaian Kota Semarang, Kamis (2/5/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Festival Pekerja Rumahan merupakan bentuk penghormatan atas usaha memenangkan kasus, Giyati dan Osi Ossela yang bekerja untuk perusahaan Ara Shoes Semarang di 2018 lalu.

Hal tersebut disampaikan Koordinator Pekerja Rumahan Jawa Tengah, Rima Astuti di Wisma Perdamaian, Kota Semarang, Kamis (2/5/2019).

"Giyati dan Osi Ossela merupakan pekerja rumahan yang bekerja untuk Ara Shoes. Namun, tidak mendapatkan hak sebagaimana laiknya pekerja di suatu perusahaan. Kemudian Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sepihak oleh perusahaan tersebut," jelasnya.

Ia menyebut, proses yang yang ditempuh dalam kasus tersebut cukup berliku.

Awalnya Dinas Ketenagakerjaan Kota Semarang tidak mau memediasi antara pekerja dan perusahaan, dengan dalih bukan area tugasnya.

Kemudian, kasus tersebut dibawa ke Pengadilan Hukum Industrial Pengadilan Negeri Semarang.

Lalu, hakim memutuskan pekerja rumahan adalah pekerja perusahaan.

Lanjutnya, ia mengaku, pekerja rumahan di Jawa Tengah sudah menggagas Pergub Pekerja Rumahan.

"Kami sudah memberikan data terkait sampel ke dinas di tingkat provinsi. Selebihnya tinggal ditindaklanjuti," jelasnya. (Moch Saifudin)

Penulis: Moch Saifudin
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved