Harga Tiket Pesawat Masih Mahal, Peminat Kapal Cepat Jawa-Kalimantan Berpotensi Bergairah

Tren menurunnya jumlah keberangkatan dan kedatangan penumpang domestik pesawat udara berpotensi untuk hidupnya kembali kapal cepat antar pulau.

Harga Tiket Pesawat Masih Mahal, Peminat Kapal Cepat Jawa-Kalimantan Berpotensi Bergairah
tribunjateng/dok
Djoko Setijowarno, Pakar Transportasi Unika Soegijapranata 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Tren menurunnya jumlah keberangkatan dan kedatangan penumpang domestik pesawat udara dipandang menjadi potensi untuk bergairahnya kapal cepat antar pulau.

Pendapat itu dipaparkan oleh pengamat transportasi Unika Soegijapranata, Djoko Setijowarno.

Dihubungi Tribun Jateng, Kamis (2/5/2019) ia menjelaskan potensi itu semakin besar saat melihat data yang dirilis Badan Pusat Statistik Jateng di hari yang sama.

Dari situ ditunjukan ada pergeseran peminat transportasi dari udara ke laut hingga bulan Maret 2019. Jumlah penumpang angkutan udara dalam tiga tahun terakhir cenderung menurun, sementara penumpang kapal justru terus bertambah.

Penumpang kapal laut secara domestik bahkan mencatatkan pertumbuhan tertinggi selama tiga tahun terakhir pada Bulan Maret 2019 lalu. Grafiknya terus menanjak sejak tiket angkutan udara tidak lagi terjangkau.

"Bisa jadi perantauan dari luar Jateng sekarang beralih ke moda transportasi kapal laut untuk kembali, karena biayanya lebih murah dari tiket pesawat terbang," terang Djoko kepada Tribun Jateng.

Hal yang disayangkan menurutnya, saat ini fasilitas yang ada untuk transportasi laut belum cukup menjawab kebutuhan penggunanya, terutama dalam hal kecepatan waktu.

Menurutnya masyarakat belum masih akan berpikir ulang untuk beralih ke kapal laut karena waktu tempuh yang jauh lebih lama.

"Dahulu pernah ada kapal cepat antar pulau bertarif kisaran Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu. Lama perjalanannya hanya sekitar delapan jam menempuh jarak Jakarta-Pangkalpinang dan Jakarta-Pontianak saat itu peminatnya cukup tinggi," ucap Djoko lebih lanjut.

Hanya saja, kini memang sudah tidak tersedia lagi. Menurutnya, harga tiket pesawat murah yang saat itu terjadi menggerus pasar kapal cepat antar pulau.

Dengan harga yang tidak jauh berbeda penumpang bisa memangkas waktu tempuh perjalanan melalu jalu udara saat itu.

Di Jateng, Transportasi Udara Kalah Populer Dibanding Transportasi Laut, Berikut Data BPS

"Saat tiket pesawat kembali cukup mahal seperti saat ini. Seharusnya ini jadi momen kebangkitan kembali kapal cepat. Karena menteri sekalipun tidak bisa menurunkan harga tiket pesawat, bukan tupoksinya. Pemerintah hanya bisa menetapkan harga batas atas dan bawah," tandasnya.

Hal itu sudah dilakukan menteri perhubungan beberapa waktu lalu. Namun, hingga kini tidak terjadi perubahan harga yang signifikan. Peningkatan jumlah penumpang udara dari Februari ke Maret memang terjadi, namun tidak sebanding dengan penurunan dari tahun ke tahun.

Akhir triwulan pertama 2019 BPS mencatat ada 212297 keberangkatan domestik di tiga bandara yang beroperasi di Jateng. Jumlah itu meningkat jika dibanding Februari yang hanya ada 193553, namun jauh di bawah Maret 2018 yang mencapai 308891.(*)

Penulis: rival al-manaf
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved