Tradisi Nyadran Jelang Ramadan di Gumelem Banjarnegara, Berebut Tumpeng Seusai Dikirab dan Didoakan

Warga Desa Gumelem Kecamatan Susukan Kabupaten Banjarnegara menyambut datangnya Ramadan melalui ritual khusus atau dikenal Nyadran Gede.

Tradisi Nyadran Jelang Ramadan di Gumelem Banjarnegara, Berebut Tumpeng Seusai Dikirab dan Didoakan
TRIBUN JATENG/KHOIRUL MUZAKI
Masyarakat Desa Gumelem Wetan dan Gumelem Kulon Kecamatan Susukan Kabupaten Banjarnegara menyambut datangnya Ramadan melalui ritual khusus atau dikenal Nyadran Gede, Kamis (2/5/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, BANJARNEGARA - Masyarakat Desa Gumelem Wetan dan Gumelem Kulon Kecamatan Susukan Kabupaten Banjarnegara menyambut datangnya Ramadan melalui ritual khusus atau dikenal Nyadran Gede.

Prosesi budaya ini diawali melalui kirab berjalan kaki dari Balai Desa Gumelem menuju makam Girilangan sekitar 2 kilometer, Kamis (2/5/2019).

Barisan pertama kirab adalah rombongan pria berpakaian adat Jawa dengan atasan hitam dan bawahan jarit.

Beberapa orang mengawal iring-iringan itu dengan memegang tombak.

Adapun para perempuan menggendong rinjing berisi nasi tumpeng dan lauk pauk.

Sebagian perempuan lain memikul tenong berisi makanan untuk selamatan.

Barisan lain memikul hasil pertanian, mulai palawija, hingga air nira yang menjadi sumber mata pencaharian warga.

Makanan itu diarak menuju makam Ki Ageng Gumelem dan Ki Ageng Giring di puncak Bukit Girilangan.

Sebelum menikmati hidangan bersama, mereka menziarahi makam Ki Ageng Giring.

Selesai ziarah, masyarakat menyerbu tumpeng yang telah didoakan oleh sesepuh desa untuk dimakan bersama.

Halaman
12
Penulis: khoirul muzaki
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved