Video Kisah Idris Penderes Kelapa di Purwokerto yang Sekolahkan Anaknya Hingga Perguruan Tinggi

Akan tetapi konsekuensi harus siap ditanggung jika sewaktu-waktu tanah tersebut dijual, maka Idris dan keluarga harus rela tergusur

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Tampak dari kejauhan asap putih mengepul dari gubug sederhana. Seorang pria terlihat begitu telaten mengaduk air nira kelapa. Sambil memasukan potongan kayu sebagai bahan bakar, terlihat peluh membasahi dahinya. Sudah menjadi rutinitas sehari-hari yang dilakukan oleh Idris (45) pengrajin gula merah asal Kelurahan Karangrau RT 3 RW 2, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas. Hampir 10 tahun Idris, bermata pencaharian sebagai penderes (pengrajin gula kelapa). Dia hidup bersama dengan seorang istri dan ketiga anaknya.

Dalam sehari Idris bisa memproduksi 15 kilogram gula merah. Penghasilannya tidak menentu, jika sedang produksi banyak dan laris keuntungan yang didapat sekira Rp 180 ribu.  Tetapi akhir-akhir ini produksi gulanya sedang turun. Hal itu disebabkan serangan tawon yang memakan air nira kelapa. Sehingga nira yang dihasilkan otomatis menjadi sedikit dan penghasilan pun menjadi berkurang. 

Meskipun hanya bekerja sebagai penderes dia berhasil menyekolahkan anaknya yang pertama hingga ke perguruan tinggi. Anak perempuannya yang bernama Nurul Istiqomah (22) saat ini menempuh pendidikan Sarjana di Fakultas Dakwah, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Purwokerto. (*)

Kisah Idris Penderes Kelapa di Purwokerto yang Sekolahkan Anaknya Hingga Perguruan Tinggi

Penulis: Permata Putra Sejati
Editor: abduh imanulhaq
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved