Amir Institute : Ijtima Ulama Silakan, People Power Anarkis Jangan

Amir Institute Solo mengundang puluhan organisasi masyarakat (ormas) pendukung pasangan presiden 01 dan 02 duduk bersama

Amir Institute : Ijtima Ulama Silakan, People Power Anarkis Jangan
TRIBUN JATENG/DANIEL ARI PURNOMO
Direktur Utama Amir Institute, Amir Mahmud berbincang usai diskusi publik bertajuk 'Pesta Demokrasi untuk Kemajuan Indonesia' di Solo Bistro, Jalan Slamet Riyadi, Solo, Jumat (3/5/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Amir Institute Solo mengundang puluhan organisasi masyarakat (ormas) pendukung pasangan presiden 01 dan 02 duduk bersama untuk meredam persoalan sebelum dan sesudah Pemilu 2019.

Direktur Utama Amir Institute, Amir Mahmud berpendapat upaya peredaman konflik antar kubu diperlukan jelang pengumuman presiden terpilih oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) 22 Mei mendatang.

"Kita ketahui ada paslon (pasangan calon) yang tidak siap, atau tidak siap semua untuk kalah. Karena itulah kita ingin mencairkan," kata Amir usai diskusi publik bertajuk 'Pesta Demokrasi untuk Kemajuan Indonesia' di Solo Bistro, Jalan Slamet Riyadi, Solo, Jumat (3/5/2019).

Kabar Santer Mulan Jameela Lolos ke DPR, Ternyata Fakta Data Belum Tentu, Kata DPC Gerindra Garut

Dua Kali Kalahkan Persija Jakarta, Ceres Negros Jadi Klub Terbaik ASEAN

Dosen Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) itu berpendapat segala bentuk pendeklarasian dan klaim kemenangan oleh paslon berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan dalam masyarakat.

Semestinya kubu 01 dan 02 sepakat menunggu keputusan KPU tiga minggu mendatang.

"Kalau ini tidak diantisipasi, bisa bahaya. Bisa menimbulkan konflik horizontal, chaos. Jadi harus ada pemahaman agar kedua kubu menyelesaikan persoalan secara konstitusional, bukan dengan people power," jelasnya.

Amir menambahkan, semestinya masyarakat tidak terpancing oleh informasi hoaks kecurangan dalam pemilu.

Menurut dia, persoalan tersebut sudah disiapkan aktor-aktor politik praktik kubu tertentu untuk membuat gaduh penyelenggaraan Pemilu 2019.

Menanggapi fenomena gelaran Ijtima Ulama 3, Amir mengatakan masyarakat jangan terpengaruh oleh pertemuan apapun yang mengatasnamakan paslon.

"Sah-sah saja orang untuk berbicara dalam tatanan kelompoknya. Tapi jangan membuat statement-statement yang di situ seolah-olah ya bahwa inilah kesalahan, inilah kecurangan, sudahlah itu. Dia berkumpul atas nama itu silakan, jangan kerahkan masa untuk menggulingkan kepemimpinan," ujarnya.

Amir berharap masyarakat tidak mudah mengikuti ajakan kubu bertindak anarkis.

Dia mengkhawatirkan pertemuan kelompok-kelompok yang mengatasnamakan agama disikapi secara politis.

"Jadi kalau Muhammadiyah ingin kumpul-kumpul silakan. NU ingin kumpul ya silakan, jangan memperkeruh negara ini," tambahnya. (Daniel Ari Purnomo)

Penulis: Daniel Ari Purnomo
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved