Asal-Usul Desa Kudukeras di Pati: Legenda Pohon yang Sulit Ditebang dan Makam Danyang Penunggu

"Sesekali saya bantu bersih-bersih. Kadang saya juga menggelar kasur lantai dan tidur di dekat makam Mbah Ayu ini," ucapnya.

Asal-Usul Desa Kudukeras di Pati: Legenda Pohon yang Sulit Ditebang dan Makam Danyang Penunggu
Tribunjateng.com/Mazka Hauzan Naufal
Asal-Usul Desa Kudukeras di Pati: Legenda Pohon yang Sulit Ditebang dan Makam Sang Danyang Tunggu 

TRIBUNJATENG.COM, PATI - Jika diminta berspekulasi untuk memaknai penamaan Desa Kudukeras, sebuah desa di wilayah Kecamatan Juwana Kabupaten Pati, orang mungkin akan mencoba mengartikannya secara harfiah.

Hal ini yang dilakukan Eko Kuswanto (22), seorang warga, ketika Tribunjateng.com memintanya menebak, kira-kira apa makna Kudukeras sehingga dijadikan nama sebuah desa yang berjarak sekira 1 kilometer dari Alun-Alun Juwana tersebut.

"Kudu dalam bahasa Jawa berarti 'harus'. Sedangkan yang dimaksud 'keras' itu mungkin 'kerja keras'. Jadi, mungkin leluhur Desa Kudukeras memilih nama itu agar warganya menjadikan sifat kerja keras sebagai keharusan," ujarnya.

Untuk mendapatkan penjelasan mengenai asal-usul penamaan Desa Kudukeras dari sumber yang lebih otoritatif, Tribunjateng.com kemudian menemui Sekretaris Desa Kudukeras Suparno di kediamannya, Rabu (3/5/2019).

Namun, Suparno merasa kurang "berwenang" untuk memberikan penjelasan. Ia kemudian menyarankan Tribunjateng.com untuk menemui Soeratman, sesepuh desa.

"Beliau yang bisa 'berkomunikasi' dengan para leluhur," ujar Suparno.

Meski dikenal sebagai sesepuh Desa Kudukeras, Soeratman (86) rupanya kini tinggal di Desa Pajeksan, tetangga Desa Kudukeras di sebelah barat. Ia tinggal di rumah cucunya.

"Saya asli Pajeksan. Tapi dulu antara tahun 1986 atau 1987, saya lupa persisnya, saya pernah jadi Pjs (Pejabat Sementara) di Desa Kudukeras. Waktu itu bupati yang melantik saya ialah Pak Saoedji," tuturnya.

Soeratman, yang akrab disapa Mbah Ratman, mengaku lahir pada 5 Mei 1932.

"Nulisnya pakai 'oe'. Bukan pakai u," ucapnya memberi tahu cara menulis namanya.

Halaman
1234
Penulis: Mazka Hauzan Naufal
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved