Museum Ronggowarsito Semarang Pamerkan Ratusan Pusaka, Ada Keris Berusia 1100 Tahun

Ratusan pusaka dari seluruh Indonesia dipamerkan Temu Budaya Wesi Aji dalam Pameran Pesona Pusaka Nusantara 2019 di Museum Ronggowarsito Semarang.

Museum Ronggowarsito Semarang Pamerkan Ratusan Pusaka, Ada Keris Berusia 1100 Tahun
TRIBUNJATENG/SAIFUL MA'SUM
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, Sulistyo (tengah) saat melihat-lihat pusaka keris yang dipamerkan di museum Ronggowarsito. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Ratusan pusaka dari seluruh Indonesia dipamerkan Temu Budaya Wesi Aji dalam Pameran Pesona Pusaka Nusantara 2019 di Museum Ronggowarsito Semarang.

Lebih dari 200 pusaka tersebut dikumpulkan dari berbagai kolektor se-Indonesia dengan beragam jenis dan usia, mulai dari era Budha hingga era Kamardikan.

Ketua panitia, Asdar Winarto mengatakan, selain dipamerkan, pihaknya juga mengumpulkan gambar pusaka tersebut untuk dijadikan katalog agar memudahkan pengunjung untuk mengetahui filosofi yang ada di baliknya.

"Dalam pameran ini terdapat keris tertua dari era Budha yang telah berumur 1100 tahun. Selain itu, ada pula keris dari era kerajaan Singosari, Majapahit, Demak dan Mataram," ujar Asdar Winarto, Kamis (2/5/2019).

Hartono Gelar Pameran Tunggal di Museum Ronggowarsito Hingga 14 Desember 2018

Selain bertujuan sebagai ajang berkumpul bagi pecinta benda pusaka dalam hal ini keris, ajang ini juga sebagai edukasi bagi pengunjung umum yang belum memiliki pengetahuan mengenai benda pusaka agar turut serta nguri-nguri (melestarikan) budaya bangsa Indonesia tersebut.

Selama ini keris atau benda pusaka dianggap sesuatu yang wah dan mempunyai nilai mistis sehingga banyak orang yang segan untuk memiliki.

"Kami ingin memberitahu kepada pengunjung untuk jangan pernah takut melestarikan, menyimpan dan merawat tosan aji ( senjata pusaka trasidonal)," lanjutnya.

Museum Ronggowarsito Gelar Pameran Keramik, Ada Keramik yang Penyimpan Darah Semasa Perang

Pada kesempatan yang sama Plt Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, Sulistyo sangat mendukung adanya pameran ini.

Menurutnya, pameran tersebut merupakan rangkaian acara dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah yang dimulai dari pemeran buku dan benda pusaka di Solo.

Lebih lanjut, selain untuk mengenalkan benda pusaka sebagai kebudayaan Indonesia acara semacam ini merupakan salah satu bentuk penguatan kebudayaan khusunya dibidang pendidikan.

"Saat ini, keris sudah diakui UNESCO sebagai warisan budaya dunia. Maka sudah sewajarnya kita sebagai orang Indonesia turut melestarikan kebudayaan tersebut. Dengan adanya event ini diharapkan dapat menularkan hal-hal positif bagi generasi penerus untuk dapat berpartisipasi dalam menjaga kebudayaan bangsa,” ujarnya. (sam)

Penulis: Saiful Ma'sum
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved