Rekapitulasi Tingkat Kota Pekalongan Sempat Memanas dan Dihentikan. Ini Sebabnya

Aula Kantor KPU Kota Pekalongan memanas saat rekapitulasi tingkat kota dilaksanakan.

Rekapitulasi Tingkat Kota Pekalongan Sempat Memanas dan Dihentikan. Ini Sebabnya
TRIBUN JATENG/BUDI SUSANTO
Sejumlah saksi dari Paslon Pilpres protes terhadap petugas yang menulis angka di kertas rekapitulasi, saat perhitungan tingkat kota berlangsung di Aula Kantor KPU Kota Pekalongan, Jumat (3/5/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Aula Kantor KPU Kota Pekalongan memanas saat rekapitulasi tingkat kota dilaksanakan.

Pasalnya, sejumlah saksi dari Paslon Pileg tak terima melihat angka yang ditulis oleh petugas di kertas rekapitulasi.

Para saksi meminta petugas penulis rekapitulasi diganti, agar angka yang ditulis jelas terbaca.

Selain permasalah tersebut, para saksi meminta surat suara di TPS 27 Kelurahan Podosugih Pekalongan Barat dihitung ulang.

Bahkan karena dua hal tersebut, proses rekapitulasi sempat dihentikan sesaat oleh Ketua KPU Kota Pekalongan.

Menanggapi hal tersebut, Ketua KPU Kota Pekalongan, Rahmi Rosyada Toha, menerangkan sudah menerka kalau hal tersebut akan dipertanyakan oleh sejumlah saksi.

"Kami sudah mengira hal tersebut akan dipertanyakan karena kami sudah menginventarisir permasalah yang terjadi di tingkat PPK," paparnya, Jumat (3/5/2019).

Rahmi menuturkan, permasalah pokok adalah kelebihan satu surat suara di TPS 27, dan sudah diselesaikan saat perhitungan di tingkat PPK.

"Sebenarnya sudah selesai di PPK, namun para saksi meminta mekanisme perhitungan ulang di tingkat kota.

Kami pun melaksanakan hak tersebut agar Pemilu berjalan secara terbuka," ujarnya.

Ia menargetkan, rekapitulasi tingkat kota akan diselesaikan dalam satu hari.

"Hari ini akan kami kebut agar rekapitulasi cepat terselesaikan," imbuhnya.

Sementara itu, Karya Bawaslu Kota Pekalongan, Sugiharto, menambahkan, ada kesalahan saat perhitungan dengan jumlah yang dicatat.

"Khususnya di TPS 27, namun sudah diselesaikan dengan perhitungan ulang.

Permasalahan lainnya, para saksi takut jika angka yang ditulis petugas tidak jelas berpotensi terjadi kecurangan dengan mengganti angka tersebut, maka dari itu kertas rekapitulasi dan petugas diganti," tambahnya.

Penulis: budi susanto
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved