UPDATE : Penganiayaan di Lapas Nusakambangan, Kalapas Narkotika Telah di Kanwil Kemenkumham Jateng

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Jawa Tengah, Sutrisman akui adanya penganiayaan

UPDATE : Penganiayaan di Lapas Nusakambangan, Kalapas Narkotika Telah di Kanwil Kemenkumham Jateng
TRIBUN JATENG/RAHDYAN TRIJOKO PAMUNGKAS
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Jawa Tengah, Sutrisman 

Laporan Wartawan Tribun Jateng Rahdyan Trijoko Pamungkas
TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG- Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Jawa Tengah, Sutrisman akui adanya penganiayaan terhadap narapidana di pelabuhan Wijayapura saat akan dikirim ke Lembaga Pemasyarakatan Nusakmbangan.

"Kami sudah turunkan tim kejadian itu benar. Kejadian itu akhir 28 Maret 2019 di Wijayapura,"ujarnya saat ditemui di Kanwil Kemenkumham Jateng, Jumat (3/5).

Sutrisman menerangkan pada kejadian tersebut ada 26 warga binaan Lapas Bali yang akan dikirimkan ke Nusakambangan. Namun sesampainya di pelabuhan Wijayapura peristiwa penganiayaan terjadi.

Amir Institute : Ijtima Ulama Silakan, People Power Anarkis Jangan

Sudjiatmi Ibunda Jokowi Berbaur di Tengah Ribuan Jamaat Kanzus Sholawat Kota Pekalongan

Persib vs Borneo FC - Akankah Rene Albert Pasang Trio Ezechiel-Febri-Ghozali? Mimpi Buruk Pesut Etam

Viral Video Detik-detik Pemukulan Napi Oleh Petugas Lapas Nusakambangan : Ada Kalapas Narkotika

"Kami sudah turunkan tim beberapa hari lalu baik dari Kanwil maupun Direktorat Kamtib di Jakarta, dan hari ini dari inspektorat jenderal juga menurunkan kamtibnya untuk melakukan investigasi," jelasnya.

Hingga saat ini, pihaknya masih mendalami penyebab terjadinya penganiayaan. Dirinya menyebut hal tersebut telah menyimpang dari Standar Operasional Prosedur (SOP).

"Sebab-sebabnya terus akan kami dalami. Apakah spontanitas, atau mereka (warga binaan) melawan,"imbuhnya.

Dirinya menyebut terkait petugas yang ikut dalam penganiayaan belum melakukan pencopotan.
Namun pihaknya telah menarik Kepala Lapas (Kalapas) Narkotika Nusakabangan ke kantor wilayah untuk dilakukan investigasi.

"Kami akan lihat kategori kesalahan itu. Nanti tentu sanksinya seperti apa. Masih terus dilakukan investigasi," jelasnya.

Sutrisman menyebut hingga saat ini sudah ada 26 pegawai lapas yang diambil keterangannya. Pengambilan keterangan dilakukan di Nusakambangan maupun Kantor wilayah.

"Nanti yang terbukti akan kena sanksi. Sanksi berat bentuknya pemberhentian dengan tidak hormat," jelasnya.

Menurutnya, kondisi napi yang dianiaya telah membaik. Namun masih ada napi yang terdapat bekas penganiayaan.

"Secara kedokteran yang tahu. Harapan kami warga binaan itu sehat, dan baik. Disana juga ada dokter," jelasnya.

Belajar dari pengalaman tersebut, ia telah lakukan evaluasi sistem pengawasan, pengamanan, dan sosialiasi kepada kepala rutan maupun lapas terkait doktrin pemasyarakatan yakni pembinaan.

Pihaknya juga menekankan para staf di lapas maupun rutan harus memiliki standar pembinaan.

"Kami terus lakukan investigasi kenapa ini terjadi," jelasnya.

Penulis: rahdyan trijoko pamungkas
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved