Dua Karya Ahli Astronomi yang Bisa Menjadi Rujukan Hisab Menentukan Awal Puasa Ramadhan

Berikut ini dua karya ahli astronomi yang bisa menjadi rujukan metode hisab dalam menentukan awal puasa Ramadhan.

Dua Karya Ahli Astronomi yang Bisa Menjadi Rujukan Hisab Menentukan Awal Puasa Ramadhan
ASTRONOMY FOR BEGINNERS
Ilustrasi hisab menentukan awal puasa Ramadhan 

Jadi bisa menentukan awal Ramadhan atau bulan baru dalam Hijriyah tanpa melihat bulan di tiap akhir bulan.

Dalam acara Lokakarya Imsakkiyah yang diadakan UIN Walisongo, 10 April 2019, dijelaskan ada dua sumber yang dapat menjadi rujukan perhitungan hisab.

Berikut dua sumber ahli yang bisa menjadi rujukan dalam menentukan awal Ramadhan.

Pertama, buku Astronomical Algorithms karya astronom Jean Meeus sebagaimana dijelaskan Muhammad Syaoqi Nahwandi, mahasiswa Magister Ilmu Falak UIN Walisong.

Jean Meeus adalah seorang astronom dalam bidang mekanika langit.

Ia belajar matematika di University of Leuven di Belgia.

Disiplin ilmu yang menjadi keahliannya adalah astronomi bola dan matematika astronomi.

Astronomical Algorithms adalah karya Jean Meeus yang paling populer di kalangan astronom dan ahli falak.

Buku tersebut lengkap membahas mengenai perhitungan posisi benda langit.

Sehingga perhitungan posisi benda langit yang menggunakan buku tersebut dinamai Algoritma Jean Meeus.

Halaman
123
Penulis: Fajar Bahruddin Achmad
Editor: abduh imanulhaq
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved