Ngopi Pagi

FOKUS : Sampaikan Pesan

Dulu orang menyampaikan pesan pribadi bisa menggunakan buku yang diselipi kertas, atau melalui surat dikirim lewat pos

FOKUS : Sampaikan Pesan
tribunjateng/bram
Iswidodo wartawan Tribunjateng.com 

oleh Iswidodo
Wartawan Tribun Jateng

TRIBUNJATENG.COM -- Dulu orang menyampaikan pesan pribadi bisa menggunakan buku yang diselipi kertas, atau melalui surat dikirim lewat pos, maupun pakai pager. Telegram Rahasia atau TR masih berlaku di institusi Polri atau TNI yang tentu saja dari atas ke bawah, berupa surat perintah, penugasan/pengangkatan atau rotasi pejabat, yang sifatnya internal.

Seperti penggalan lagu Buku Ini Aku Pinjam dinyanyikan oleh Iwan Fals. Buku ini aku pinjam, Kan kutulis sajak indah, Hanya untukmu seorang, Tentang mimpi-mimpi malam... dan seterusnya. Saat lagu itu terkenal, pelajar sering menyampaikan pesan (asmara) melalui buku.

Lagu Iwan Fals masih hit, namun terkait pinjam meminjam buku untuk selipkan pesan sudah tidak zamannya lagi. Demikian juga seniman bisa menyampaikan pesan lewat karya seninya, misal teater, tarian, drama, lukisan, foto bahkan film itu sendiri, adalah banyak mengandung pesan.

Zaman sudah berubah dan modern. Dulu ada namanya surat kaleng yang dikirim ke instansi tertentu untuk menyampaikan pesan. Entah kritik saran atau laporan tertentu, yang intinya adalah pesan. Surat kaleng tanpa alamat pengirim, sulit dilacak siapa pengirimnya. Sedangkan saat ini pesan bisa disampaikan langsung kepada instansi pemerintah maupun swasta, TNI Polri sekalipun.

Pesan bisa dikirim melalui WhatsApp (WA) atau SMS. Di era transparansi nomor HP pejabat juga dipajang secara terbuka demi melayani masyarakat dengan mewadahi pesan. Itu bagus. Pesan berisi kritik saran masukan dan sebagainya bisa disampaikan langsung melalui WA maupun SMS atau Call Center.

Namun ada juga pesan dari bawah ke pusat tidak mudah sampai karena pejabat di desa kurang kooperatif. Jika terjadi kebuntuan pesan maka akan timbul gejolak. Terutama si pengirim pesan yang tidak terlayani dengan baik. Sebut saja peristiwa di Pinrang Sulawesi Selatan. Seorang pria membakar Kantor Desa Malongi-longi, Kecamatan Lanrisang, Kabupaten Pinrang, dengan tujuan agar pesannya segera sampai kepada Presiden Jokowi.

Menurut pelaku, bermaksud melaporkan kepada Presiden bahwa aparat di desanya tidak melayani warganya dengan baik. Pria itu melakukan pembakaran kantor desa sambil live facebook melalui akunnya bernama Lagaligo. Kata dia, di desanya banyak aparat kotor yang hanya mengurus proyek-proyek miliaran rupiah, tanpa mengurus warganya.

"Saya tak tahan lagi, akte jual beli tanah saya dipermainkan oleh Kepala Desa. Saya terus-terus dijanji dan akhirnya saya bakar kantor desa," kata pelaku yang kemudian ditangkap polisi. Memang pesan dia segera sampai kepada staf-staf Presiden bahkan diketahui publik lewat Facebook maupun berita online. Pesan dan kritiknya bagus namun jika disampaikan dengan cara melanggar hukum, akan jadi bumerang. Mari kita sampaikan pesan melalui saluran yang benar. (*)

Penulis: iswidodo
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved