Viral Video Kekerasan Napi Narkoba di Lapas Nusakambangan, Ini Penjelasan Kemenkumham
Beberapa hari lalu sempat tersebar video viral terkait tindakan penganiayaan terhadap napi narkoba di Lapas Nusakambangan.
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: Catur waskito Edy
TRIBUNJATENG.COM, CILACAP - Beberapa hari lalu sempat tersebar video viral terkait tindakan penganiayaan terhadap napi narkoba di Lapas Nusakambangan.
Video yang mulai ramai sejak Kamis (2/5/2019) mempertontonkan tindakan kekerasan yang dilakukan oleh petugas lapas saat proses pemindahan napi narkoba ke Lapas Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.
Atas peristiwa viral video tersebut Kabag Humas Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan Ham (Kemenkumham) Ade Kusmanto mengkonfirmasi kejadian.
Dia menceritakan jika peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (28/3/2019).
Peristiwa tersebut terjadi pada saat proses pemindahan 26 napi narkotika dari sejumlah Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Bali menuju Lapas Nusakambangan, Cilacap.
Kalapas Narkotika Nusakambangan di dampingi juga Kabid Kamtib Lapas Batu mengumpulkan seluruh anggota satgas dan tim dari Lapas Narkotika Nusakambangan.
"Mereka itu memberikan pengarahan agar melakukan pemeriksaan dengan teliti untuk mencegah masuknya narkoba dan barang-barang terlarang lainnya yang dibawa napi pindahan," ujar Ade kepada Tribunjateng.com, Sabtu (4/5/2019) melalui keterangan tertulis.
Ade menceritakan jika pada pukul 13.30 WIB, rombongan 26 napi tiba dan diturunkan di halaman depan Pos Satgas Pelabuhan Wijayapura, Cilacap.
Setelah itu dilakukan penggantian jenis borgol, dari sebelumnya borgol rantai menjadi borgol perorangan.
Hal itu dilakukan untuk dapat masuk dan diperiksa satu per satu oleh satgas pengamanan penyeberangan.
Mereka para napi keluar dari pintu belakang Pos Wijayapura menuju kapal penyeberangan.
Saat itulah ada tindakan kekerasan atau perlakuan kekerasan fisik kepada napi pindahan oleh para petugas yang bertugas saat itu, sebagaimana dalam video yang beredar.
"Sebenarnya tindakan tersebut dilakukan tidak direncanakan, dimungkinkan dipicu karena para narapidana kurang merespons cepat para petugas untuk segera menaiki kapal," tambahnya.
Ade mengatakan jika tindakan tersebut bisa dimungkinkan juga sebagai tindakan shock therapy kepada napi kasus narkoba seperti bandar agar tidak melakukan pelanggaran tata tertib selama menjalani pidana di lapas narkotika Nusakambangan.
Sudah dilakukan pemeriksaan kepada Kalapas narkotika Nusakambangan beserta 13 petugas yang terlibat lainnya.
Saat ini kalapas narkotika telah di nonaktifkan dari jabatannya dan digantikan pelaksana harian dari kabid pembinaan Lapas Batu, Irman Jaya. (Tribunjateng/jti)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/kekerasan-fisik-narapidana-lapas-nusakambangan.jpg)