Pemprov Jawa Tengah Siapkan 207 Bus, 3 Kereta, dan 2 Kapal Untuk Mudik Gratis Dari Jabodetabek

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi melakukan rapat persiapan mudik bersama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Pemprov Jawa Tengah Siapkan 207 Bus, 3 Kereta, dan 2 Kapal Untuk Mudik Gratis Dari Jabodetabek
TRIBUN JATENG/FAIZAL M AFFAN
Dari kiri ke kanan, Kakorlantas Polri Refdi Andri, Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi, Menteri Perhubungan Budi Karya, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Rycko A Dahniel, Wakapolda DIY Brigjen Pol Bimo Anggoro Seno, sedang memimpin Rapat Koordinasi Angkutan Lebaran Tahun 2019 Bidang Lalu Lintas di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Minggu (5/5). Rapat ini bertujuan untuk mengantisipasi persoalan-persoalan yang muncul saat mudik lebaran. Sehingga membuat masyarakat merasa nyaman saat mudik. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi bertandang ke Semarang, Minggu (5/5/2019) untuk melakukan rapat persiapan mudik bersama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Sejumlah hal dibahas, dari titik rawan kemacetan sampai pelayanan mudik gratis.

Rapat berlangsung sekitar dua setengah jam di gedung Gradhika Bhakti Praja Jalan Pahlawan, Semarang.

Selain Menhub dan Gubernur Jateng, hadir pula Kakorlantas Polri Irjen Pol Refdi Andri, Kapolda Jateng Irjen Pol Rycko A Dahniel, Wakapolda Yogyakarta Bimo Anggoro Seno serta Kapolres dan Kepala Dinas Perhubungan se Jawa Tengah.

Ada tiga poin penting dalam rapat persiapan mudik untuk wilayah Jateng - DIY tersebut, yakni terkait lalu lintas, infrastruktur serta pelayanan mudik gratis.

Dirjen Perhubungan Darat Sarankan Warga yang Mudik Naik Mobil Isi Saldo E-toll Minimal Rp 500 Ribu

Untuk lalu lintas, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyampaikan yang perlu diwaspadai adalah titik kemacetan, rambu lalu lintas, rekayasa lalu lintas dan pengelolaan jalan tol.

"Dulu yang bikin kita trauma adalah Brexit (Brebes Exit) tapi sekarang sudah tidak. Secara umum titik macet sudah kita hitung berdasarkan pengalaman kita mengalami beberapa kemacetan," katanya.

Beberapa titik kemacetan parah di Jawa Tengah, lanjut Ganjar, berada di pasar tumpah, perlintasan kereta api serta exit tol.

Menyikapi hal tersebut Ganjar pun telah menginstruksikan pada pemerintah kabupaten/kota agar menyiapkan jurus, khususnya untuk mengantisipasi pasar tumpah.

"Mengantisipasi pasar tumpah, pemerintah kabupaten kota silakan segera menandai titik-titik penting rawan kemacetan. Untuk exit tol, titik rawan kemacetan berada di pintu exit tol Pejagan, Pemalang, Banyumanik, Salatiga, Tingkir, Boyolali dan Kartosuro. Exit tol ini jalur alternatif kita berikan. Mudah-mudahan temen-temen di Kabupaten membantu," katanya.

Halaman
123
Penulis: faisal affan
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved