Rumah Sakit Menjamin Pasien Bebas Nyeri Sesuai SNARS

Dalam manajemen perawatan nyeri sesuai tatanan rumah sakit, semua pasien baik rawat jalan maupun rawat inap harus terbebas dari rasa nyeri

Rumah Sakit Menjamin Pasien Bebas Nyeri Sesuai SNARS
TRIBUN JATENG/IDAYATUL ROHMAH
Ns. Sarinti M.Kep memberi dalam Seminar Nasional Manajemen Nyeri dalam Layanan Kesehatan di Era Milenial di Gedung Auditorium STIKES Telogorejo Semarang, Sabtu (4/5/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dalam manajemen perawatan nyeri sesuai tatanan rumah sakit, pada prinsipnya semua pasien baik rawat jalan maupun rawat inap harus terbebas dari rasa nyeri.

Demikian penjelasan Ns Sarinti MKep dalam Seminar Nasional Manajemen Nyeri dalam Layanan Kesehatan di Era Milenial di Gedung Auditorium Stikes Telogorejo Semarang, Sabtu (4/5/2019).

Dia memaparkan, rumah sakit menjamin pasien terbebas dari nyeri.

Sarinti menjelaskan, regulasi terkait bebas nyeri pun ditetapkan lantaran berdampak banyak bagi tatanan kehidupan pasien.

Mulai dari membatasi gerakan, aktivitas, ketidakmampuan beraktivitas seperti biasa hingga mengganggu produktivitas sehari-hari.

"Nyeri memiliki dampak yang kurang baik dan bisa berakibat besar," jelasnya.

Tuntutan standar kompetensi rumah sakit ini ada di dalam Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit (SNARS).

Pada edisi satu, masuk di dalam standar HPK 2.5 yakni hak pasien dan keluarga.

"HPK 2.5, rumah sakit mendukung hak pasien terhadap assessment dan manajemen nyeri yang tepat," bebernya.

Selain itu, di dalam SNARS edisi satu juga, semua pasien rawat inap maupun rawat jalan di-screening terhadap nyeri.

Jika terjadi nyeri, harus dilakukan assessment.

"Pasien baik di rawat jalan maupun rawat inap wajib dikaji terkait dengan keluhan nyeri pasien tersebut," paparnya.

Sementara terkait Pelayanan Asuhan Pasien (PAP), sistem regulasi telah termuat di dalam SNARS.

Menurutnya, regulasi telah jelas menetapkan di rumah sakit harus ada instrumen terkait dengan pengkajian nyeri, waktu dilakukan assessment awal, hingga berkenaan dengan keluhan pasien.

Seminar ini diikuti mahasiswa Stikes Telogorejo dan praktisi kesehatan. (idy)

Penulis: Idayatul Rohmah
Editor: abduh imanulhaq
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved