Masa Tahanan Tarmuji Bakal Bertambah 20 Tahun Karena Terbukti Membuat Pistol Rakitan

Semula senjata api tersebut disimpan tersangka dengan cara dikubur di kebun samping rumah istrinya di Desa Kembang, Ampel, Boyolali.

Masa Tahanan Tarmuji Bakal Bertambah 20 Tahun Karena Terbukti Membuat Pistol Rakitan
TRIBUN JATENG/M NAFIUL HARIS
Kapolres Salatiga AKBP Gatot Hendro Hartono menunjukkan barang bukti senjata api rakitan dalam gelar perkara di Mapolresta Salatiga, Senin (6/5/2019). 

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Satuan Reskrim Polres Salatiga meringkus seorang tersangka pembuat pistol rakitan berjenis revolver, Tarmuji (37) warga Gunung Batu RT 05 RW 07 Desa Gunung Batu, Kecamatan Cempaka, Kabupaten Ogan Komering Ulu (Oku) Timur, Provinsi Sumatera Selatan.

Penangkapan tersangka, bermula ketika yang bersangkutan terlibat kasus penggelapan sepeda motor milik Yoso Suwito Jumadi (39) warga Dukuh Kadang RT 01 RW 05 Desa Ngadirojo, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali pada Sabtu (30/3/2019) di SPBU Gamol Kelurahan Kecandran, Kecamatan Sidomukti, Kota Salatiga.

Kapolres Salatiga AKBP Gatot Hendro Hartono dalam gelar perkara mengatakan, kronologis kasus kepemilikan senjata api terungkap bermula ketika tersangka diperiksa penyidik dalam kasus penggelapan sepeda motor.

Dalam pemeriksaan tersangka mengaku kalau dirinya memiliki senjata api rakitan beserta amunisi aktif.

"Nah, saat pengembangan kasus itu ternyata tersangka memiliki senjata api rakitan atau kecepek. Dari keterangan ia membuat sendiri tapi masih kami dalami apakah sudah pernah menjual atau sebaliknya senpi hasil membeli,” terangnya kepada Tribunjateng.com, di Mapolresta Salatiga, Senin (6/5/2019).

Menurut AKBP Gatot, semula senjata api tersebut disimpan tersangka dengan cara dikubur di kebun samping rumah istrinya di Desa Kembang, Ampel, Boyolali.

Kemudian tersangka dibawa ke lokasi dan benar di tempat tersebut ditemukan barang berupa senjata api rakitan model revolver warna abu-abu bergagang kayu warna kuning beserta enam butir peluru.

Ia menambahkan, tersangka kepada petugas mengaku dapat membuat senjata api rakitan menggunakan alat mesin las, gergaji besi, kikir, amplas, dan bahan besi bekas dengan cara memotong besi tersebut sesuai bentuk dan ukuran yang diinginkan hingga menyerupai senjata lengkap.

“Tersangka ini mengaku belajar cara pembuatan senjata api dari internet. Kepada yang bersangkutan disangka melanggar Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 atas kepemilikan senjata api tanpa izin. Anacaman hukuman maksimal 20 tahun penjara,” katanya.

Tersangka Tarmuji mengaku dalam pembuatan senjata api itu dirinya terinspirasi setelah melihat tayangan cara membuat senjata api di Youtube.

Ia memanfaatkan bahan bekas besi tua, untuk menakut-nakuti orang, atau bawaan menjaga diri.

"Setelah nonton Youtube, lantas terpikir untuk membuat senjata rakitan. Akhirnya saya membuat senjata itu sekaligus untuk mengukur kemampuan otak saya. Sedangkan amunisinya saya beli dari teman," jelasnya.

Dia menegaskan, seusai membuat senjata api rakitan langsung ia kubur dan belum pernah digunakan.

Adapun peluru dia membeli dari seorang teman sewaktu masih menjadi sopir truk sebanyak 6 butir seharga total Rp 300 ribu. (M Nafiul Haris)

Penulis: M Nafiul Haris
Editor: deni setiawan
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved