Motif Batik Pelajar NU Dirilis, Bupati Tegal: Tak Sekadar Seragam Tapi Bagian Identitas Organisasi
Bupati Tegal Umi Azizah merilis motif batik pelajar NU saat tasyakuran peringatan hari lahir ke 65 IPNU serta ke 64 IPPNU di Gedung PCNU.
Penulis: Akhtur Gumilang | Editor: deni setiawan
TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Bupati Tegal Umi Azizah merilis motif batik pelajar NU saat tasyakuran peringatan hari lahir ke 65 IPNU serta ke 64 IPPNU di Gedung PCNU Kabupaten Tegal, Sabtu (4/5/2019) malam.
Diluncurkannya batik motif pelajar NU itu, Bupati Umi meyakini anggota IPNU dan IPPNU merupakan kader yang senantiasa melestarikan warisan budaya bangsa Indonesia.
“Fungsi penggunaan batik tidak hanya sebagai seragam, melainkan menunjukkan identitas asal organisasi. Di setiap motifnya pun terkandung makna dan arti yang biasanya sarat nilai filosofis,” pungkas Umi dalam acara.
Di momentum itu, Umi menitip pesan kepada para kader IPNU dan IPPNU untuk terus menanamkan wawasan kebangsaan.
Menurut dia, menanamkan jiwa patriotisme supaya Pancasila selalu mengalir di denyut nadi seluruh rakyat Indonesia.
“Sebagai kader muda IPNU dan IPPNU wajib menjaga kerukunan, persatuan dan persaudaraan. Karena ketiganya adalah aset terbesar bangsa ini,” tegasnya.
Di tempat yang sama, saat mendampingi Umi, Wakil Bupati Tegal Sabilillah Ardie mengapresiasi peluncuran motif batik pelajar NU.
Dikatakan Ardie, Kabupaten Tegal membutuhkan peran generasi muda untuk melestarikan budaya, seperti melestarikan batik sebagai warisan leluhur bangsa.
“Kami percaya, IPNU dan IPPNU adalah generasi terpelajar yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi generasi yang memiliki kematangan emosi yang luar biasa,” katanya.
Tasyakuran peringatan harlah IPNU dan IPPNU ditandai pemotongan tumpeng Bupati Tegal Umi Azizah didampingi Wakil Bupati Tegal Sabilillah Ardie. (Akhtur Gumilang)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/motif-batik-pelajar-nu.jpg)