Pengembangan Semarang Timur Diyakini Bisa Urai Kemacetan Lalu Lintas

Barulah ketika rencana pembangunan berhembus, banyak investor menanamkan usahanya di sana, seperti mulai dibangun mal, hotel, kawasan pertokoan

Pengembangan Semarang Timur Diyakini Bisa Urai Kemacetan Lalu Lintas
TRIBUN JATENG/REZA GUSTAV
Ilustrasi 

TRIBUNJATENG.COM --  Sejenak terdiam ketika Yantie ditanya mengenai isu pengembangan Kota Semarang bagian Timur. Wanita yang sudah tujuh tahun mengelola hotel Dalu Semarang tersebut sempat mengira rencana tersebut batal.

"Sudah pernah dengar tapi tidak begitu mengikuti. Sempat tidak ada kabarnya, dipikir ngak jadi," kata Yanti yang juga menjabat sebagai Direktur Umum Lembaga Sertifikasi Usaha Pariwisata (Sertifitatama) Jawa Tengah, Minggu (5/5).

Jika rencana itu diwujudkan berarti upaya pemerataan pembangunan ke Semarang Timur makin nyata.

"Sekarang sudah berkembang hotel mungkin karena mendengar Semarang akan berkembang ke arah timur," imbuhnya.

Menurut Yantie, sebelum rencana itu muncul, kawasan Semarang Timur sudah berkembang namun lamban.

Barulah ketika rencana pembangunan berhembus, banyak investor menanamkan usahanya di sana, seperti mulai dibangun mal, hotel, kawasan pertokoan dan lain sebagainya. "Sebelumnya sudah bagus, tapi nanti bakal makin banyak investor," ujar dia.

Terkait okupansi hotel di kawasan Semarang Timur, menurut Yantie sebelum isu pengembangan kota Semarang Timur muncul gepnya tidak begitu jauh dengan hotel yang berada di tengah Kota. Hanya saja masih tetap menjadi hotel pilihan alternatif. Saat ini di Semarang Timur sudah berdiri Nasmoco, Hotel Horison Nindya, pusat perbelanjaan dan lain-lain hingga Pasar Mranggen.

"Rata-rata okupansi 60 persen masih bisa. Dibanding hotel di tengah kota gepnya tidak terlalu jauh hanya saja hotel di tengah kota tetap menjadi pilihan utama karena tersedia banyak tempat hiburan. Orang pilih di tengah kota dulu baru ketika sudah penuh ke pinggiran termasuk Semarang Timur kebagian kuenya," imbuhnya.

Yantie meyakini jika pengembangan Semarang Timur berhasil maka mampu mengurai kepadatan lalu lintas yang terpusat di Semarang tengah.

Apalagi ditambah revitalisasi sungai Banjir Kanal Timur (BKT) maka mampu menjadi daya tarik dan meningkatkan nilai jual di kawasan Semarang Timur. Hanya saja ia berpesan bahwa pemerintah juga perlu memikirkan untuk menyediakan jalur alternatif atau pengalihan arus selama pengerjaan. Agar mobilitas masyarakat tidak terhambat. (tim)

Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved